Pemkot Gorontalo
Pengendalian Inflasi oleh Marten Taha Dipuji Airlangga: Terbaik Se-Sulawesi
Karena itu, kinerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Gorontalo di tangan Wali Kota Marten Taha, mendapat penghargaan ketiga kalinya. Bahkan,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/15092022_TPID.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pengendalian inflasi Kota Gorontalo oleh Wali Kota Marten Taha dipuji Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI.
Karena itu, kinerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Gorontalo di tangan Wali Kota Marten Taha, mendapat penghargaan ketiga kalinya. Bahkan, jadi terbaik Se-Sulawesi.
Ini artinya, pada tahun 2022 ketiga kalinya secara berturut-turut, Walikota Gorontalo Marten Taha menerima penghargaan nasional atas kinerja TPID.
Kiat dan kinerja TPID Kota Gorontalo dinilai ampuh mengatasi lonjakan inflasi daerah. Terlebih di tengah goyahnya perekonomian global akibat krisis energi, kerawanan pangan hingga munculnya pandemi Covid-19 yang melanda dunia selama tahun 2021.
Penghargaan prestisius ini diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto kepada Marten Taha dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi yang diselenggarakan Bank Indonesia di Jakarta, Rabu (14/9/2022).
Menurut Marten Taha, tidak mungkin TPID Kota Gorontalo bisa meraih penghargaan tanpa inovasi. Sejumlah inovasi itu ia beberkan seperti menjaga ketersediaan pangan, khususnya di sektor perikanan.
Pada sektor perikanan, Pemkot Gorontalo mengimplementasikan gagasan keterpaduan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan perikanan budidaya yang dikemas lewat program Moheyinga To'ponula (M Top).
Dasar kegiatan tersebut yakni Perda Nomor 9/2019 yang antara lain berisi larangan kegiatan budidaya ikan sistem jaring apung di Danau Limboto.
"Ini ikut berguna menopang upaya pengendalian inflasi di Kota Gorontalo karena arah program Moheyinga To'ponula bertalian dengan pangan strategis.
Tujuan program ini yakni menjaga pasokan ikan air tawar di pasar tradisional, menjaga kestabilan ikan pada umumnya, meningkatkan petani pembudidayaan ikan serta menjaga ketersediaan protein hewan bagi masyarakat," ujarnya.
Dalam perkembangannya saat ini, program MT Top diperkuat lagi dengan penambahan 24 unit bioflok yang dioperasikan di 17 titik di tiga kecamatan.
Melalui teknologi Bioflok, warga dapat mendaur ulang limba untuk dijadikan nutrisi bagi pakan ikan. Hasilnya pun, produksi ikan air tawar makin melonjak.
Marten mengatakan, Pemkot Gorontalo juga telah melakukan usaha ekstra untuk mengendalikan inflasi daerah dengan menjalankan strategi 4 K.
Sistem yang dibangun melalui strategi 4 K direalisasikan melalui : pertama, Ketersediaan pasokan.
Realisasinya diwujudkan dengan pemberian bantuan sarpras pertanian seperti bibit jagung dan padi, buffer stock cabe dan pendistribusian bantuan sarpras perikanan dan peternakan. Kedua, Kelancaran distribusi.