Janji 500 Ribu Honorer Jadi PNS, AHY Kenang Masa Pemerintahan SBY dan Demokrat
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggebrak publik Tanah Air. AHY janji akan mengangkat 500 ribu tenaga honorer menjadi pegawai negeri sipil (PNS).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/150922-ahy-sby.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggebrak publik Tanah Air. AHY janji akan mengangkat 500 ribu tenaga honorer menjadi pegawai negeri sipil (PNS).
AHY memaparkan Partai Demokrat punya sejarah memikirkan nasib pegawai honorer dan para PNS.
Di depan sekitar 3.000 kadernya, AHY mengungkap data capaian pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
“500 ribu tenaga honorer hari ini nasibnya tidak menentu. Sehingga (saya) sampaikan kalau Partai Demokrat naik kembali ke pemerintahan, maka mereka akan menjadi PNS,” tutur AHY dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Kamis (15/9/2022).
Ia mengklaim periode 2004-2014, di zaman SBY ada 1 juta lebih tenaga honorer yang diangkat menjadi PNS.
Baca juga: PKS-Nasdem Dekati Demokrat, Buka Peluang Anies-AHY Maju Pilpres 2024
Sedangkan, sejak Jokowi memimpin memimpin pada 2014 hingga kini, masih ada 500 ribu tenaga honorer yang belum diangkat menjadi PNS.
“Kita enggak perlu melebih-lebihkan, ini data. Tapi kita tersenyum miris saat ada yang mengatakan seolah-olah baru sekarang. Padahal ini pekerjaan semua, pekerjaan lintas generasi,” ucapnya.
“Ada kekurangannya? Ada. Tapi jangan seolah-olah (pekerjaan presiden terdahulu) dinegasikan,” imbuhnya. Diketahui Partai Demokrat tengah menggelar Rapimnas yang berlangsung hingga Jumat (16/9/2022).
Ada tiga agenda besar yang dibahas yakni soal kondisi masyarakat, masukan penentuan koalisi dan figur capres-cawapres, dan strategi pemenangan Pemilu 2024.
Sebelumnya Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyampaikan AHY ingin mendengar langsung usulan dari perwakilan kader Partai Demokrat di Tanah Air.
Ia juga mengungkapkan usulan itu termasuk pengusungan figur capres-cawapres.
Baca juga: Nasdem Tetap dalam Koalisi Jokowi-Maruf meski Kerja Sama dengan PKS-Demokrat
Dalam pandangan Herzaky sangat mungkin dua nama diusulkan menjadi capres atau cawapres Partai Demokrat yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan AHY.
AHY Klaim Masyarakat Rindu Pemerintahan SBY
AHY mengeklaim bahwa masyarakat Indonesia merindukan kepemimpinan ayahnya, SBY dan Partai Demokrat.
"Intinya apa? Rakyat merindukan siapa? SBY dan kepemimpinan dari partai?" kata AHY kepada kader Demokrat dalam Rapimnas, Kamis. "Demokrat," sambut para kader berbarengan.
AHY menyebutkan, rakyat membandingkan kehidupan di masa SBY dan masa kepemimpinan presiden saat ini, Joko Widodo. Dia pun meminta para kader berjuang dan tidak mengecewakan hati rakyat.
"Kita ingin berjuang baik-baik, ini narasi kita, terus gelorakan semangat ini sampai Pemilu 2024. Siap semuanya? Bersama-sama kita bisa. Jangan sia-siakan dan jangan kecewakan harapan rakyat," ucap dia.
Lebih lanjut, AHY lantas menampilkan data-data ekonomi, mulai dari data pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran, hingga pendapatan per kapita warga. Data-data itu membandingkan pertumbuhan di masa kepemimpinan SBY dan Presiden Jokowi.
Data pertumbuhan ekonomi misalnya, ia menyebut pertumbuhan ekonomi di masa Presiden SBY adalah 6-7 persen sepanjang tahun 2004-2014 dari 256,84 miliar dolar AS menjadi 890,81 miliar dolar AS. Pertumbuhan ini diklaim meningkat 3,5 kali lipat.
Adapun pada masa pemerintahan setelah SBY, pertumbuhan ekonomi baru naik sekitar 1,3 kali lipat dari 890,81 miliar dollar AS menjadi 1.190 miliar dollar AS.
"Alhamdulillah. Ini prestasi yang rakyat rindukan. Ekonomi yang juga sangat menentukan bagaimana kita bisa maju sebagai negara. Kita juga harus ikut, kita juga harus ukur, bagaimana meningkatkan income per kapita, pendapatan per kapita masyarakat kita," ucap dia.
(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "AHY Janji Angkat 500.000 Tenaga Honorer jadi PNS Jika Demokrat Menang Pemilu 2024"