Bocah 6 Tahun Ikut Turnamen Catur Gorontalo, Jadi Peserta Termuda

Belatri Karis, ayah dari Abraham Melkior menceritakan, jika anaknya itu sudah bisa main catur sejak usia 4,5 tahun.

Penulis: Wawan Akuba | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM/WawanAkuba
Abraham Melkior jadi peserta termuda dalam turnamen catur Gorontalo Cup ke VIII di Hotel Aston. Ia kini kelas 1 SD dan baru setahun ini belajar main catur. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Bocah 6 tahun bernama Abraham Melkior jadi peserta termuda dalam turnamen catur Gorontalo yang dimulai hari ini, Kamis (15/9/2022) di Hotel Aston Gorontalo. 

Menurut panitia, Abraham Melkior yang kini duduk di kelas 1 Sekolah Dasar (SD) itu, akan melawan peserta berusia 10 hingga 17 tahun. Rata-rata lawannya telah duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Belatri Karis, ayah dari Abraham Melkior menceritakan, jika anaknya itu sudah bisa main catur sejak usia 4,5 tahun.

Kata Belatri, ia berinisiatif mengenalkan catur kepada Abraham Melkior karena kebiasaan Abraham yang kerap merusak mainannya. 

“Dia itu suka mainan perang. Nah tapi kan mainan itu ditubruk begitu lama-lama rusak. Nah saya berinisiatif mengenalkan catur sebagai permainan perang tapi tanpa merusak mainan,” ungkap Belatri saat ikut mendampingi Abraham Melkior ikut pembukaan turnamen catur Gorontalo.

15092022_turnamen catur_menpora_Abraham Melkior
Abraham Melkior, peserta turnamen catur Gorontalo termuda. Ia digendong Menteri Pemudan dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali saat membuka turnamen itu di Hotel Aston, Kamis (15/9/2022).

Ia tidak menyangka, ternyata setelah diperkenalkan dengan catur, Abraham yang kerap dipanggil Abe itu rupanya jadi suka dengan permainan catur.

Kata Belatris, Abe baru mulai belajar catur itu sejak setahun lalu. Namun sudah memberanikan diri ikut turnamen catur di regu junior. 

Meski begitu kata Belatris, sejak tiga bulan terakhir, ia menyewa pelatih profesional untuk Abe. Agar bakat Abe bisa dimaksimalkan.

“Kita men-support sekali Abe untuk jadi pemain catur. Makanya kita juga carikan pelatih. Dan perkembangannya lumayan, makanya kita berani mengikutinya turnamen,” ungkap dia.

Orang tua Abe mengaku sebelumnya tinggal di Bitung, Sulawesi Utara (Sulut). Lalu setelah pindah ke Gorontalo, langsung menghubungi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Gorontalo.

Halaman
12
  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved