Sebut Bjorka Bak Robin Hood, Rocky Gerung: Pembuka Jalan ke Arah Kemerdekaan Kembali Indonesia
Rocky Gerung menyebut bahwa Bjorka merupakan sosok yang pro dengan keadilan sosial. Ia juga menilai Bjorka bak sosok Robin Hood.
Penulis: Ananda Putri Octaviani | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/bjorka.jpg)
"Di dalam politik, ada kakak pembina yang hitam, ini (Bjorka) kakak pembina yang putih," ungkap Rocky Gerung.
Rocky Gerung menyebut, Bjorka kakak pembina yang putih karena sosok ini pro keadilan sosial.
"Dan kita akhirnya harus mengucapkan terima kasih pada kakak pembina yang baru, karena dia akan melawan kakak pembina yang lama, yang berupaya untuk membohongi publik, yang memporakporandakan demokrasi, mencaplok yang ini yang itu, semua mau dicaplok," paparnya.
Bahkan, Rocky Gerung menilai Bjorka sebagai sosok yang membuka jalan menuju kemerdekaan.
"Sejarah selalu tiba dengan kecerdikannya sendiri. Sejarah punya jalan pikirannya sendiri yang gak bisa dihalangi oleh kekuasaan. Nah, Bjorka adalah pembuka jalan ke arah kemerdekaan kembali Indonesia," Rocky Gerung menilai.
"(Bjorka adalah) digital goals. Robin Hood millenials," tandasnya.
Diketahui sebelumnya, kebocoran data terjadi di tengah masyarakat.
Bjorka telah membocorkan data registrasi SIM Card masyarakat Indonesia, yang tentunya hal ini merugikan publik.
Namun anehnya, sentimen masyarakat terhadap Bjorka justru cenderung positif bahkan menjadikan sosok hacker ini seolah-olah pahlawan.
Terkait hal tersebut, dikutip dari Kompas.TV, Founder Drone Emprit Ismail Fahmi menilai hal itu karena masyarakat sudah sering kecewa dan tidak percaya lagi kepada pemerintah terkait keamanan data.
"Misalnya registrasi SIM Card yang dibocorkan oleh Bjorka. Dulu Kominfo janji datanya akan aman, penipu tidak bisa spam, dan sebagainya. Tapi kan tetap terjadi dan itu jalan terus, publik protes, tidak ada perubahan," ujarnya.
Menurutnya, apa yang dilakukan Bjorka ini saat ini seolah menjadi tamparan untuk pemerintah.
Karenanya, masyakarat pun berbondong-bondong memberi dukungan sang hacker, meski yang dilakukan Bjorka juga merugikan mereka.
“Itu akhirnya didukung netizen (warganet) dan mereka suka sekali. Padahal data itu merugikan warga,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ismail Fahmi menilai, pemerintah Indonesia seharusnya tidak menyangkal adanya kebocoran data yang terjadi.
“Masyarakat akan lebih respect (menghormati -red) kalau melihat pemerintah di sisi masyarakat, melindungi masyarakat,” ungkapnya.
(TribunGorontalo.com)