Imbas Hacker Bjorka Bocorkan Data Negara, Presiden Jokowi Gelar Rapat hingga Panggil Kepala BSSN
Mahfud MD akui hacker Bjorka bocorkan data negara dan mengungkap pemerintah akan rapatkan masalah ini hingga Kepala BSSN juga dipanggil Jokowi.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNGORONTALO.COM - Pemerintah akan menggelar rapat guna membahas bocornya data negara yang dilakukan oleh peretas atau hacker Bjorka di media sosial.
Sejumlah data di berbagai lembaga pemerintahan seperti Dukcapil hingga para menteri yakni Menteri BUMN Erick Thohir dan Menkominfo Johnny G. Plate bahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut dibocorkan hacker Bjorka.
Menkopolhukam Mahfud MD mengakui bahwa sejumlah data negara dibocorkan oleh hacker Bjorka.
"Saya pastikan bahwa itu memang terjadi," ujar Mahfud MD di Kantor Menkopolhukam, Jakarta, Senin (12/9/202) seperti dilansir TribunGorontalo.com dari kanal YouTube KOMPASTV.
Baca juga: Aksi Hacker Bjorka Ditertawakan Mahfud MD: Datanya Bisa Diambil di Mana-mana, Bukan Rahasia Negara
Mahfud MD mengatakan bahwa ia telah mendapatkan laporan tentang peretasan Bjorka ini dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Deputi VII Kemenkopolhukam.
"Saya sudah laporannya dari BSSN, kemudian dari analisis Deputi VII saya, terjadi di sini, di sini, di sini, tetapi itu bisa juga sebenarnya bukan data yang sebetulnya rahasia yang bisa diambil dari mana-mana cuma kebetulan sama," jelas Mahfud MD.
Dengan begitu, Mahfud MD mengatakan bahwa pemerintah akan melalukan rapat untuk membahas permasalahan hacker Bjorka ini.
"Oleh sebab itu, nanti masih akan didalami, pemerintah masih akan rapat tentang ini," ungkap Mahfud MD.
Baca juga: Hacker Jual Data 1,3 Miliar Pengguna Ponsel Indonesia Termasuk Gorontalo Senilai 50 Ribu Dolar
Meski demikian, Mahfud MD menyebut bahwa informasi yang dibocorkan hacker Bjorka bukanlah data rahasia negara.
Selain itu, isu yang diangkat hacker Bjorka telah umum dan diketahui oleh khalayak umum.
"Belum ada yang membahayakan, dari isu-isu yang muncul itukan yang sudah ada di koran tiap hari," sebut Mahfud MD.
"Enggak ada yang rahasia negara tuh dari yang saya baca, dari yang beredar," imbuhnya.
Baca juga: Tak Registrasi Ulang Data Kendaraan, Polisi Gorontalo Ancam Hapus Dari Basis Data
Sementara itu Kepala BSSN Letjen (Purn) Hinsa Siburian dipanggil ke Istana Merdeka guna membahas permasalahan hacker Bjorka bersama Presiden Jokowi.
Hinsa mengimbau kepadan masyarakat untuk tenang dan tak khawatir karena sistem elektronik untuk sementara tak terganggu akibat aksi hacker Bjorka ini.
"Masyarakat itu kita harapkan tenang aja," kata Hinsa saat ditemui seperti dilansir TribunGorontalo.com dari kanal YouTube KOMPASTV.
"Tidak ada satu sistem elektronik yang diserang sementara, sistem ya," lanjutnya.
Adapun kini akun Twitter Bjorka yakni @bjorkanism, terpantau telah ditangguhkan imbas tindakannya yang menyebar data-data negara bahkan dokumen Presiden Jokowi.
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)