Breaking News:

Aksi Hacker Bjorka Ditertawakan Mahfud MD: Datanya Bisa Diambil di Mana-mana, Bukan Rahasia Negara

Mahfud MD menertawakan aksi hacker bernama Bjorka yang membocorkan data para pejabat, termasuk presiden, wakil preside, dan Menkominfo.

Tribunnews
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD. Terbaru, Mahfud MD menertawakan aksi hacker bernama Bjorka yang membocorkan data para pejabat, termasuk presiden, wakil preside, dan Menkominfo. 

Sebelum viral di awal September 2022, Hacker Bjorka telah melayangkan aksinya sejak akhir Agustus 2022.

Akun Hacker Bjorka menyebar sejumlah informasi terkait data sensitif yang dimiliki pejabat.

Data sensitif milik warga Indonesia tersebut diklaim Bjorka diperoleh dari beberapa sumber resmi, misal dari operator internet Indihome, Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan proses registrasi kartu SIM (SIM Card).

Awalnya, Bjorka membagikan sejumlah data sensitif itu melalui Breached Forums, sebuah forum diskusi online yang beralamatkan di “breached.to”.

Di akun Breached Forums, Hacker Bjorka juga menyebar dokumen atau surat penting yang diklaim milik Presiden Indonesia.

Di Breached Forums, Bjorka kembali membagikan data sensitif pada 9 September 2022.

Namun, data yang dibagikannya kali ini bukanlah data pribadi milik warga Indonesia, melainkan data berupa dokumen negara yang diklaim milik Presiden Joko Widodo.

Bjorka mengklaim dirinya memiliki beberapa dokumen dalam file terkompres sebesar 40 MB, dengan judul seperti "Permohonan Dukungan Sarana dan Prasarana", "Surat Rahasia kepada Presiden dalam amplop tertutup", dan sebagainya.

Menanggapi kasus ini, Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres), Heru Budi Hartono memastikan bahwa tidak ada satu pun dokumen surat menyurat Presiden Joko Widodo yang diretas, sebagaimana dilansir Kompas.com, pada Sabtu (10/9/2022).

Johnny Plate saat memberikan keterangan setelah dipanggil ke Istana Kepresidenan, Selasa (22/10/2019).
Johnny Plate saat memberikan keterangan setelah dipanggil ke Istana Kepresidenan, Selasa (22/10/2019). ((YouTube/KOMPAS TV))

Doxing pejabat publik

Usai menyebar data para pejabat, Hacker Bjorka kembali berulah.

Kali ini, Bjorka membagikan data pribadi yang diduga milik sejumlah pejabat publik Indonesia melalui grup Telegram miliknya.

Aksi doxing (membagikan data pribadi seseorang untuk menyerangnya) Bjorka dilakukan sepanjang akhir pekan lalu, dari tanggal 10 hingga 11 September 2022.

Ia membagikan data pribadi tersebut dengan melampirkan pesan khusus ke pihak terkait.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bogor
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved