4 Saga Transfer Real Madrid Paling Fenomenal Era Florentino Perez

Semua bermula di tahun 2000, saat pengusaha bernama Florentino Perez menjadi pesaing Lorenzo Sanz untuk jabatan Presiden Real Madrid.

Twitter
Florentino Perez dan perjalanan panjang Saga transfer Real Madrid 

DIkutip dari the Guardian, Bale sangat ingin bermain di Liga Champions, sedangkan Spurs finis di peringkat kelima.

Bale mengakui Real sebagai klub terbaik dunia, yang mampu bersaing memperebutkan hadiah terbesar.

Dia telah menikmati enam tahun di White Hart Lane, di mana dia dipuja oleh para pendukung, tetapi merasa bahwa waktunya tepat untuk pindah.

Pemain berusia 24 tahun itu mencetak 26 gol di semua kompetisi dan menyapu bersih penghargaan individu.

Mantan pemain Southampton itu dinobatkan sebagai pemain PFA dan pemain muda terbaik kala itu.

Presentase Gareth Bale
Presentase Gareth Bale

Bale merasa kecewa terhadap Levy. Sang presiden memang memiliki reputasi sebagai negosiator yang teguh memegan prinsip.

Transfer rekor dunia adalah kepindahan Cristiano Ronaldo senilai £80 juta ke Real dari Manchester United pada 2009.

Florentino memanfaatkan keinginan Bale yang kuat untuk bergabung tim impiannya.

Pemain internasional Wales itu merasa menanggap keputusan Levy menolak tawaran sangat tidak adil untuknya.

Villas-Boas (pelatih kepala Spurs) terus menyangkal pertanyaan media sepanjang musim panas itu.

Tottenham menggunakan Bale pada peluncuran promosi untuk seragam baru mereka musim 2013/2014. 

Manajemen Spurs terus menekan kontrak bar, namun keputusan Bale tidak berubah.

Levy akhirnya lulus.  Real Madrid mengontrak Bale enam tahun, setelah menyegel transfer senilai £85,3 juta (100 juta euro) yang melampaui  £80 juta yang dibayarkan Real kepada Manchester United untuk Cristiano Ronaldo pada 2009.

Kylian Mbappe

Kylian Mbappe termasuk saga transfer Real Madrid paling dibenci penggemar Real Madrid.

Betapa tidak, sepanjang musim panas 2021 hingga 2022, Ia terus dikaitkan dengan kepindahannya ke klub.

Bahkan dalam wawancaranya bersama L'Equipe dan RMC Sport, Mbappe berbicara tentang mimpinya.

Perkataannya di dua media Prancis diikuti perjanjian lisan pihak Mbappe dengan Florentino Perez.

Hal itu seakan memberi isyarat jelas, bahwa Ia akan segera bergabung Los Blancos dalam transfer musim panas 2022.

Namun, secara mengejutkan, pada Mei 2022, Mbappé memperpanjang kontraknya di Paris Saint-Germain hingga 2024 dengan potensi perpanjangan setahun.

Klaim terbaru dari Mbappe melalui media New York Times mengungkapkan peran presiden Prancis Emanuel Macron jadi penyebab dirinya tak bisa menolak tawaran untuk pindah ke negara lain.

Apakah Florentino akan mengaktifkan saga itu di tahun mendatang?

Dalam wawancaranya bersama El Chiringuito, Florentino menjelaskan pandangannya terhadap Mbappe tidak berubah. 

"Mbappe tidak menghianati siapapun."

"Tekanan membuat Mbappe berubah pikiran. Tapi saya masih mencintainya."

"Saya tidak pernah mengatakan Mbappe ke Real Madrid sudah berakhir. Segalanya bisa berubah dalam 3 tahun," jelas Florentino. 

 

(TribunGorontalo.com)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved