4 Saga Transfer Real Madrid Paling Fenomenal Era Florentino Perez
Semua bermula di tahun 2000, saat pengusaha bernama Florentino Perez menjadi pesaing Lorenzo Sanz untuk jabatan Presiden Real Madrid.
TRIBUNGORONTALO.COM - Semua bermula di tahun 2000, saat pengusaha bernama Florentino Perez menjadi pesaing Lorenzo Sanz untuk jabatan Presiden Real Madrid.
Florentino Perez kala itu menjanjikan Penggemar Real Madrid pemain kelas dunia.
Dengan nada lantang, Florentino Perez menyerukan akan mendatangkan Luiz Figo, jika dia terpilih sebagai presiden Real Madrid.
Banyak publik meragukan perkataan insinyur sipil tersebut, bahkan Lorenzo Sanz menganggapnya omong kosong.
Florentino akhirnya memenangkan pemilihan. Ia mengalahkan Lorenzo Sanz yang notabene telah mempersembahkan dua tropi Liga Champions UEFA untuk Los Blancos di periode 1998 dan 2000.
Disinilah era saga transfer Los Blancos dimulai.
Luis Figo
Setelah resmi menjabat presiden, tugas pertama Florentino adalah mendaratkan Luis Figo.
Namun, usaha Florentino tidak berjalan mudah.
Luis Figo saat itu mempertahankan niatnya untuk terus berkarir di Camp Nou.
Sejatinya, pembicaraan agen Figo, Jose Veiga dan Florentino sudah berlangsung sebelum pemilu.
Veiga menemui presiden baru Barcelona untuk memberi tahu minat klub lain, sekaligus menanyakan kontrak baru Figo.
Tetapi presiden baru Barca, Joan Gaspart ketika itu menganggap sang agen hanya menggertak, sebab Ia cukup yakin tidak akan ada klub mau menebus klausul pelepasan 60 juta euro.
Jelang pemilu, Florentino mulai gelisah, karena media Sport merilis pernyataan bahwa Figo menyangkal telah menandatangani kontrak.
Agen Figo dan Paulo Fotre (legenda Atletico Madrid) yang terlibat dalam saga transfer itu meyakinkan Florentino.
Jose kembali menemui Gaspart (atas perintah Figo) sekali lagi menanyakan kemungkinan kenaikkan gaji.
Gaspart justru menantang agen Figo, jika memang ada klub lain bersedia membayar klausul, Ia sendiri yang akan membiayai pesawat Figo bersama agennya meninggalkan Barca.
Sejak saat itu, ketegangan semakin memuncak.
Sementara Luis Figo tengah berlibur, setelah Portugal kalah dari Prancis di semifinal Euro 2000.
Florentino akhirnya memenangkan pemilu.
Masalah masih belum terselesaikan, sebab Figo tetap menolak pindah.
Di sisi lain, agennya harus membayar 30 juta euro andaikan kesepakatan itu gagal.
Kemudian, Jose Veiga dan Paulo Futre terbang menggunakan jet pribadi ke Sardania, sebuah pulau di antara Italia, Spanyol dan Tunisia.
Figo akhirnya sepakat menemui langsung Florentino Perez di Lisboa.
Setelah berbicara tentang proyek Galacticos dan Figo merupakan pemimpinnya. Ia luluh dan mau menandatangani kontrak dengan Real Madrid.
Florentino berhasil menebus klausul pelepasan Figo senilai 62 juta Euro.
Gejolak kebencian pun menggema dari kalangan penggemar Barcelona. Bagi penduduk Catalan, pindah ke Real Madrid berarti penghianatan besar.
Saat laga El Clasico di Camp Nou, mantan Kapten Blaugrana itu dihujani botol minuman hingga kepala babi.
Pertandingan sempat dihentikan karena otoritas La Liga memperhatikan keselamatan Figo.
Lima tahun berseragam Los Blancos, Figo pun hengkang ke Inter Milan secara bebas transfer dan pensiun di sana.
Ronaldo Nazario
Saga transfer berikutnya adalah Ronaldo Nazario sang phenomenon.
Inter Milan menuntut 98 juta Euro, karena berharap Florentino melakukan hal sama ketika mendapatkan Zinedine Zidane dari Juventus.
Jelas bahwa Inter akan menghasilkan banyak uang dari transfer ini, tetapi cedera pemain memainkan peran kunci dalam negosiasi.
Setelah periode negosiasi yang panjang, Florentino akhirnya mencapai kesepakatan dengan Inter sebesar €45 juta dan menutup kesepakatan hanya beberapa menit sebelum deadline transfer.
Baca juga: Cedera Karim Benzema Beri 2 Hal Positif untuk Real Madrid
Ronaldo diperkenalkan di depan publik Bernabeu 2 September 2002.
Ronaldo bergabung dengan skuad Figo, Zidane, dan Raul Gonzales yang membantu mereka memenangkan trofi tambahan musim itu.
Ronaldo mengenakan nomor punggung 11, karena Morientes mengenakan nomor 9.
Dia berhasil membantu Los Blancos memenangkan La Liga musim itu dan mencetak gol pada debutnya melawan Alaves.
Ia membuktikan ketajamannya penghujung tahun, saat menghadapi Manchester United di Liga Champions.
Striker Brasil itu hattrick melawan tim impian Alex Ferguson.
Masalah lutut dan berat badan adalah kendala terbesar Ronaldo hingga Ia dilepas ke AC Milan pada musim dingin 2007.
Gareth Bale
Tahun 2013, Florentino kembali membangun Galacticosnya, kali ini bintang utamanya Gareth Bale.
Namun, Daniel Levy presiden Tottenham Hotspur menolak tawaran 100 juta euro dari Real Madrid.
DIkutip dari the Guardian, Bale sangat ingin bermain di Liga Champions, sedangkan Spurs finis di peringkat kelima.
Bale mengakui Real sebagai klub terbaik dunia, yang mampu bersaing memperebutkan hadiah terbesar.
Dia telah menikmati enam tahun di White Hart Lane, di mana dia dipuja oleh para pendukung, tetapi merasa bahwa waktunya tepat untuk pindah.
Pemain berusia 24 tahun itu mencetak 26 gol di semua kompetisi dan menyapu bersih penghargaan individu.
Mantan pemain Southampton itu dinobatkan sebagai pemain PFA dan pemain muda terbaik kala itu.
Bale merasa kecewa terhadap Levy. Sang presiden memang memiliki reputasi sebagai negosiator yang teguh memegan prinsip.
Transfer rekor dunia adalah kepindahan Cristiano Ronaldo senilai £80 juta ke Real dari Manchester United pada 2009.
Florentino memanfaatkan keinginan Bale yang kuat untuk bergabung tim impiannya.
Pemain internasional Wales itu merasa menanggap keputusan Levy menolak tawaran sangat tidak adil untuknya.
Villas-Boas (pelatih kepala Spurs) terus menyangkal pertanyaan media sepanjang musim panas itu.
Tottenham menggunakan Bale pada peluncuran promosi untuk seragam baru mereka musim 2013/2014.
Manajemen Spurs terus menekan kontrak bar, namun keputusan Bale tidak berubah.
Levy akhirnya lulus. Real Madrid mengontrak Bale enam tahun, setelah menyegel transfer senilai £85,3 juta (100 juta euro) yang melampaui £80 juta yang dibayarkan Real kepada Manchester United untuk Cristiano Ronaldo pada 2009.
Kylian Mbappe
Kylian Mbappe termasuk saga transfer Real Madrid paling dibenci penggemar Real Madrid.
Betapa tidak, sepanjang musim panas 2021 hingga 2022, Ia terus dikaitkan dengan kepindahannya ke klub.
Bahkan dalam wawancaranya bersama L'Equipe dan RMC Sport, Mbappe berbicara tentang mimpinya.
Perkataannya di dua media Prancis diikuti perjanjian lisan pihak Mbappe dengan Florentino Perez.
Hal itu seakan memberi isyarat jelas, bahwa Ia akan segera bergabung Los Blancos dalam transfer musim panas 2022.
Namun, secara mengejutkan, pada Mei 2022, Mbappé memperpanjang kontraknya di Paris Saint-Germain hingga 2024 dengan potensi perpanjangan setahun.
Klaim terbaru dari Mbappe melalui media New York Times mengungkapkan peran presiden Prancis Emanuel Macron jadi penyebab dirinya tak bisa menolak tawaran untuk pindah ke negara lain.
Apakah Florentino akan mengaktifkan saga itu di tahun mendatang?
Dalam wawancaranya bersama El Chiringuito, Florentino menjelaskan pandangannya terhadap Mbappe tidak berubah.
"Mbappe tidak menghianati siapapun."
"Tekanan membuat Mbappe berubah pikiran. Tapi saya masih mencintainya."
"Saya tidak pernah mengatakan Mbappe ke Real Madrid sudah berakhir. Segalanya bisa berubah dalam 3 tahun," jelas Florentino.
(TribunGorontalo.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Florentino-Perez-dan-Los-Galacticos.jpg)