4 Saga Transfer Real Madrid Paling Fenomenal Era Florentino Perez
Semua bermula di tahun 2000, saat pengusaha bernama Florentino Perez menjadi pesaing Lorenzo Sanz untuk jabatan Presiden Real Madrid.
Jose kembali menemui Gaspart (atas perintah Figo) sekali lagi menanyakan kemungkinan kenaikkan gaji.
Gaspart justru menantang agen Figo, jika memang ada klub lain bersedia membayar klausul, Ia sendiri yang akan membiayai pesawat Figo bersama agennya meninggalkan Barca.
Sejak saat itu, ketegangan semakin memuncak.
Sementara Luis Figo tengah berlibur, setelah Portugal kalah dari Prancis di semifinal Euro 2000.
Florentino akhirnya memenangkan pemilu.
Masalah masih belum terselesaikan, sebab Figo tetap menolak pindah.
Di sisi lain, agennya harus membayar 30 juta euro andaikan kesepakatan itu gagal.
Kemudian, Jose Veiga dan Paulo Futre terbang menggunakan jet pribadi ke Sardania, sebuah pulau di antara Italia, Spanyol dan Tunisia.
Figo akhirnya sepakat menemui langsung Florentino Perez di Lisboa.
Setelah berbicara tentang proyek Galacticos dan Figo merupakan pemimpinnya. Ia luluh dan mau menandatangani kontrak dengan Real Madrid.
Florentino berhasil menebus klausul pelepasan Figo senilai 62 juta Euro.
Gejolak kebencian pun menggema dari kalangan penggemar Barcelona. Bagi penduduk Catalan, pindah ke Real Madrid berarti penghianatan besar.
Saat laga El Clasico di Camp Nou, mantan Kapten Blaugrana itu dihujani botol minuman hingga kepala babi.
Pertandingan sempat dihentikan karena otoritas La Liga memperhatikan keselamatan Figo.
Lima tahun berseragam Los Blancos, Figo pun hengkang ke Inter Milan secara bebas transfer dan pensiun di sana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Florentino-Perez-dan-Los-Galacticos.jpg)