Breaking News:

Aksi 6 September

Polisi Gorontalo Pingsan dan Kejang-Kejang di Tengah Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM

Bripda Mohammad mengalami cedera di kepala bagian belakang akibat benturan benda tumpul hingga pingsan dan kejang-kejang. 

Penulis: Risman Taharuddin | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/RismanTaharuddin
Polisi Gorontalo terkapar di tengah aksi tolak harga BBM, Selasa (6/9/2022). Ia pingsan dan kejang-kejang. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Tidak cuma massa aksi dari kalangan mahasiswa Gorontalo yang mengalami cidera saat demo tolak harga BBM Selasa 6 September 2022. 

Seorang polisi tak berseragam, juga ikut terluka. Ia adalah Bripda Mohammad Fernanda Kasim. 

Bripda Mohammad mengalami cedera di kepala bagian belakang akibat benturan benda tumpul hingga pingsan dan kejang-kejang

Awalnya menurut massa aksi, Bripda Mohammad berada di tengah kerumunan massa. 

Hingga kemudian keributan pecah antara polisi dan mahasiswa Gorontalo sekitar pukul 17.00 Wita.  Berselang beberapa menit sebelum azan Magrib berkumandang. 

Polisi dengan kaos oblong hitam celana jeans biru itu, terkapar tak berdaya di tengah massa aksi. Polisi berseragam, lantas mengamankan situasi. 

Massa aksi diminta mundur, menjauhi titik jatuhnya polisi tersebut. Mulut polisi itu kata seorang mahasiswa, tampak berbusa. 

“Itu mulutnya seperti berbusa. Tapi tidak jelas juga, kita segera diminta mundur oleh polisi berseragam. Mereka berbaret biru, dari propam itu,” ungkap mahasiswa itu. 

Belum sempat menyebutkan namanya, Sultan segera berlari. Ia sigap melihat kawan-kawannya dibawa polisi tak berseragam lainnya. 

Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono menyayangkan kenapa insiden itu harus terjadi.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved