Oknum Polisi Gorontalo Aniaya Mahasiswa, Fadel: Kami Tidak Dibawa ke Polres tapi Dihajar

Sejumlah mahasiswa peserta demonstrasi kenaikan BBM mengaku dianiaya oknum polisi, setelah kericuhan pecah di Bundaran Hulondalo Indah (HI).

zoom-inlihat foto Oknum Polisi Gorontalo Aniaya Mahasiswa, Fadel: Kami Tidak Dibawa ke Polres tapi Dihajar
TribunGorontalo.com/RismanTaharuddin
Antara mahasiswa Gorontalo dan aparat keamanan, terlibat saling pukul. Sejumlah mahasiswa bahkan sempat ditangkap dan diamankan. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Sejumlah mahasiswa peserta demonstrasi kenaikan BBM mengaku dianiaya oknum polisi, setelah kericuhan pecah di Bundaran Hulondalo Indah (HI).

Tepat di depan SPBU Jalan Nani Wartabone, mahasiswa mulai berhamburan, akibat kejaran polisi. 

Pantauan TribunGorontalo.com, massa aksi tergabung dalam Aliansi Merah Putih itu terlibat adu fisik dengan pihak kepolisian.

Puncak chaos mulai terjadi sekira Pukul 17.00 WITA.

Unjuk rasa semakin memanas, saat beberapa massa aksi termasuk supir mobil komando mulai diculik anggota kepolisian satu per satu, termasuk sang moderator aksi, Zakaria.

Zakaria mengaku tidak ingat persis berapa anggota kepolisian yang mengaraknya.

Seingatnya, saat kejadian lehernya dipiting beberapa anggota polisi. Akibatnya, bagian mata dan lehernya terasa sakit.

"Tidak hanya bagian leher saya yang sakit terlebih saat minum air dan meludah ke aspal keluar cairan merah dari mulut saya," akunya.

Sempat tertangkap kamera Zakaria merintih kesakitan di dekat pagar sembari memegang dadanya.

Ia merasakan sesak di bagian dada, sehingga beberapa mahasiswa di sekitarnya berinisiatif melarikan Zakaria ke Rumah Sakit Multazam.

Pengalaman sama diungkapkan Fadel Imauan Hamzah Alim anggota LMID.

Ia diarak dua orang mengenakan pakaian preman ke tempat jualan warga.

Kedua orang tersebut kemudian menghajarnya sampai berjarak 300 meter dari lingkaran massa aksi.

"Saat di bawa oleh mereka saya kena pukulan di belakang, bagian dada dan sudah sulit bernafas sebab mereka kancing leher saya."

"Kami tidak dibawa sampai ke polres, tidak jauh dari lingkaran massa aksi, dan di situlah kami 10 orang di kumpulkan serta dihajar oleh mereka."

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved