Aliansi Merah Maron Gorontalo Minta Presiden Copot Sri Mulyani dan Erick Thohir

Alasannya, aliansi gabungan mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) itu menilai kedua menteri tersebut, tidak becus mengurus negara.

TribunGorontalo.com/Apris Nawu
Massa aksi teriakkan protes tolak wacana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Aliansi Merah Maron Gorontalo minta Presiden Joko Widodo (Jokowi) memecat Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir. 

Alasannya, aliansi gabungan mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) itu menilai kedua menteri tersebut, tidak becus mengurus negara.

Sebab, justru ingin membuat kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Padahal, kebijakan itu sangat mencekik rakyat. 

Pencopotan kedua Menteri andalan Jokowi itu, disuarakan oleh Aliansi Merah Maron pada aksi demonstrasi, Jumat (2/9/2022) di Simpang Lima Kota Gorontalo (simpang telaga).

Aliansi Merah Maron yang bergerak dari depan Kampus I UNG juga meminta Menteri ESDM, Arifin Tasrif, ikut dicopot. 

Baca juga: Wacana Kenaikan Harga BBM Bikin Ojol Gorontalo Ketakutan: Kasian Keluarga di Rumah

"Kita tau bersama bahwa BBM itu dibawa ESDM, tapi mereka mampu menangani, permasalahan BBM yang telah dikuasai oleh mafia. Jika mereka tidak mampu untuk memberantas mafia maka kami meminta copot Menteri ESDM,” ungkap Presiden BEM UNG, Dea Rahmawaty Hasan melalui pelantang. 

Menurut Dea, kebijakan menaikan harga BBM, sangat tidak masuk akal. Terlebih masyarakat saat ini masih dalam kondisi pemulihan ekonomi.

Semangat tak redup. Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) beralmamater merah maron turun aksi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). 

Aksi Aliansi Merah Maron dimulai sejak pukul 14.00 Wita. Orator memulai pidatonya dari depan kampus I UNG, di Jl Nani Wartabone Kota Gorontalo, Jumat (02/09/2022).

Baca juga: HMI dan LMND Gorontalo Bersatu Tolak Kenaikan Harga BBM

Massa aksi teriakkan protes tolak wacana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi.

"Hari ini kita harus buktikan bahwa kita adalah mahasiswa agen of control, agen of control sosial. Ini sangat menyakitkan Hati rakyat" ungkap Riski Budi menggunakan pelantang.

Hingga saat ini, memang kenaikan harga BBM belum dilakukan pemerintah. Namun, kebijakannya terus dirapatkan oleh pemerintah pusat. 

Baca juga: Rekomendasi Kuliner Gorontalo Berbahan Ikan, Wajib Dicoba

Menurut Wakil Presiden, Ma'ruf Amin, kenaikan harga BBM subsidi tidak bisa dihindari, sebab telah membebani ratusan triliun rupiah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

Saat ini diketahui, pemerintah harus mengucurkan Rp 500-an triliun untuk subsidi BBM. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved