Capres 2024

Cerita Suharso Monoarfa: Tanggapi Desakan Mundur dari Ketua PPP hingga Masuk Bursa Capres

Mulai dari isu 'amplop kiai' hingga masuk sebagai capres Partai Amanat Nasional hingga masuk 15 besar capres berdasarkan survei figur capres.

Editor: lodie tombeg
Kolase TribunGorontalo.com
Ketum PPP Suharso Monoarfa. Mulai dari isu 'amplop kiai' hingga masuk sebagai calon presiden (capres) Partai Amanat Nasional hingga masuk 15 besar capres berdasarkan survei figur capres awal Agustus 2022. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa sedang ramai dibicarakan publik.

Mulai dari isu 'amplop kiai' hingga masuk sebagai calon presiden (capres) Partai Amanat Nasional hingga masuk 15 besar capres berdasarkan survei figur capres awal Agustus 2022.

Suharso Monoarfa juga didesak mundul dari kursi Ketum PPP setelah insiden salah ucapan 'amplop kiai'.

Massa Front Kader Penyelamat Partai (FKPP) gelar aksi demo terjadi di depan Gedung DPP PPP, Menteng, Jakarta Pusat. Pendemo menyerukan agar Suharso Monoarfa mundur dari Ketua Umum PPP.

Baca juga: Pesan Suharso Monoarfa kepada Kader, PPP Lampung Nyatakan tetap Solid

Menurut Muchbari, Ketua Majelis Pertimbangan PPP Jakarta Selatan, unjuk rasa itu tak akan berhenti sampai Suharso Monoarfa mundur.

Bahkan para pendemo terus menyerukan desakan untuk Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk memecatnya dari Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

“Ini aksi tanpa ujung sampai kapan pun kalau Suharso belum turun kami akan terus lakukan. Ada dua titik, di Istana patung kuda ada juga santri yang bergerak melawan penista agama (Suharso)," ujar Muchbari, Rabu (31/8/2022).

Muchbari yakin jika Suharso tak kunjung mundur dari jabatan itu, maka para majelis partai akan lakukan langkah ekstrem yaitu memecat Suharso secara tidak hormat.

"Karena kami yakin, PPP tidak mau kehilangan suara ummat. Jadi, lebih baik Suharso dipaksa mundur para dewan syariah,” ucapnya.

Soal Suharso yang mengaku belum menerima surat dari para majelis partai, menurut Muchbari itu hanyalah alasan semata. Pasalnya, surat dari para majelis sudah beredar bahkan di media.

Baca juga: Happy Ending Isu Amplop Kiai: PBNU Memaafkan Ketum PPP Suharso Monoarfa

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved