Rabu, 11 Maret 2026

Anies Baswedan Dapat 'Tereliminasi' dari Pilpres 2024: Puan Maharani, Prabowo dan Airlangga Aman

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Prabowo dapat 'tereliminasi' dari kontestasi Pilpres 2024.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Anies Baswedan Dapat 'Tereliminasi' dari Pilpres 2024: Puan Maharani, Prabowo dan Airlangga Aman
Kolase TribunGorontalo.com
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Prabowo dapat 'tereliminasi' dari kontestasi Pilpres 2024. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Prabowo dapat 'tereliminasi' dari kontestasi Pilpres 2024.

Meski punya elektabilitas tinggi, tapi Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo tidak memiliki kendaraan politik (partai politik)

Indikasi Anies Baswedan tak dapat mengikuti Pilpres 2024, terlihat dari dinamika politik belakangan ini yang mulai mengerucut kepada beberapa figur capres.

Puan Maharani dapat dibilang paling aman. PDIP yang memiliki 128 kursi parlemen (DPR RI), satu-satunya parpol yang dapat mengusung sendiri capres-cawapres.

Baca juga: Berharap Dukungan Pilpres 2024, Jarnas Gorontalo Senang Marten Taha Bertemu Anies Baswedan

Kemudian Prabowo Subianto yang dijagokan Partai Gerindra. Gerindra telah berkoalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Gerindra punya 78 kursi parlemen dan PKB punya 58 kursi parlemen. Total koalisi ini memiliki 136 kursi parlemen, sudah bisa mengusung pasangan capres-cawapres.

Selanjutnya, Airlangga Hartarto. Ketua Umum Partai Golkar ini kans kuat jadi peserta pilpres. Golkar telah berkoalisi dengan PAN dan PPP. Golkar punya 85 kursi, PAN 44 kursi dan PPP 19 kursi hingga total 148 kursi parlemen.

Selain Puan Maharani, Prabowo dan Airlangga, figur capres seperti Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo belum dapat dipastikan masuk arena kontestasi Pilpres 2024.

Sebelumnya pernyataan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief terkait indikasi penjegalan Anies Baswedan maju Capres 2024 tak turun dari ruang hampa atau ujug-ujug.

Demikian ditegaskan Deputi Bappilu Partai Demokrat Kamhar Lakumani menanggapi polemik pernyataan Andi Arief.

"Tentu ada argumentasi yang kuat sebagai justifikasinya (Andi Arief) dimana terlihat secara kasat mata Pak Jokowi terus melakukan manuver dan konsolidasi relawan yang sangat kental muatan politiknya," ujar Kamhar ketika dikonfirmasi pers, Selasa (30/8/2022).

Sebelumnya, Andi Arief berkicau di twitter-nya kemarian soal dugaan upaya menjegal koalisi yang akan mengusung Anies Baswedan ikut Pilpres 2024.

Pada cuitan berikutnya, Andi Arief mengatakan Pilpres 2024 tidak akan adil pada proses dan hasilnya sepanjang Presiden Jokowi ikut cawe-cawe.

Lebih jauh, Kamhar menyinggung relawan Jokowi yang terkadang dalam manuvernya merasa sama dan bahkan melampaui Parpol.

"Jelas juga terbaca jika arah politik relawan menjalankan dua skenario," kata Kamhar.

Pertama, menurut Kamhar, skenario pelanggengan kekuasaan.

Kedua, skenario menyiapkan pengganti jika skenario pertamanya gagal dan mendapat penolakan yang kuat dari rakyat.

"Untuk skenario kedua ini jelas terbaca publik bukan mengarah ke Mas Anies, malah sebaliknya Mas Anies lah yang dianggap sebagai ganjalan," kata Kamhar

Dia menanggapi pernyataan Pengamat Politik Adi Prayitno yang dianggap keliru jika memandang pernyataan Andi Arief terkait penjegalan terhadap Anies berlebihan dan hanya membungkus kepentingan Partai Demokrat untuk menyandingkan Anies-AHY saja dengan argumentasi jika elektabilitas Mas Anies tertinggi maka akan jadi rebutan partai-partai.

"Faktanya yang disebutnya tertinggi pun, katakanlah Mas Ganjar juga tidak menjadi rebutan partai-partai. Malah sebagai anggota partai, partai tempat bernaungnya pun sampai saat ini belum memberikan sinyal dukungan," kata Kamhar.

Jadi, menurut Kamhar, keliru jika menilai dinamika politik Pilpres, utamanya relasi dengan penguasa saat ini hanya melihat variabel elektabilitas.

"Terang benderang terbaca penguasa punya skenario tersendiri terkait kekuasaan," ujarnya.

Dikatakan bahwa pelanggengan kekuasaan dengan skenario penambahan masa jabatan atau periodesasi, dan skenario mempersiapkan pelanjut.

"Ini berbahaya dan menjadi ancaman bagi peningkatan derajat dan kualitas demokrasi," katanya.

"Hemat saya, ini yang menjadi substansi kritik Bang Andi Arief, agar Pak Jokowi bersikap dan berdiri sebagai negarawan," lanjut dia.

Kamhar mengajak Jokowi belajar dari Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY yang diakhir periode keduanya menjadi presiden RI berdiri sebagai negarawan mengawal proses demokrasi kontestasi Pilpres yang terselenggara secara Luber dan Jurdil.

"Bukan mengintervensi (Pilpres) atau mempersiapkan jagonya," kata Kamhar.

Lembaga Indonesia Survey Center (ISC) merilis survei terkait elektabilitas capres.

Survei terbaru ISC ini digelar pada 9-19 Agustus 2022. Survei ini melibatkan sebanyak 1.520 responden yang dipilih secara random (multistage random sampling).

Elektabilitas Capres:

1) Prabowo Subianto 30,4 persen

2) Ganjar Pranowo 19,1 persen

3) Anies Baswedan 13 persen

4) Ridwan Kamil 3,4 persen

5) AHY 3,2 persen

6) Puan Maharani 3 persen

7) Khofifah I Parawansa 2,8 persen

8) Sandiaga Uno 2,5 persen

9) Erick Thohir 1,6 persen

10) Muhaimin Iskandar 1 persen

11) Airlangga Hartarto 1 persen

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kamhar: Komentar Andi Arief Soal Indikasi Anies Baswedan Dijegal Ikut Pilpres Punya Argumentasi Kuat

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved