Siswa SMEA Curhat tak Didukung Pemerintah Ikut Leadership Camp di Jakarta

Bahkan, biaya pendaftaran sebesar Rp150 ribu, pakai biaya jajan Felaria Pilomonu selama beberapa minggu.

zoom-inlihat foto Siswa SMEA Curhat tak Didukung Pemerintah Ikut Leadership Camp di Jakarta
TribunGorontalo.com/free
Felaria Pilomonu, siswa SMKN 1 Kota Gorontalo (SMEA). 

“Saat memberi uang dirinya mengatakan tidak bisa membantu banyak namun semoga bantuan ini bisa bermanfaat.” ungkap Ela. 

Usai bertemu El Nino, Ela pun melanjutkan perjuangannya untuk bertemu Kepala Dikbudpora Provinsi Gorontalo. Di kantor dinas pendidikan, ia hanya bertemu bidang pembina SMK. sebelumnya harus ketemu bidang peserta didik terlebih dahulu. 

Setelah harus ke sana ke mari, ia menemui kondisi bahwa sejumlah pejabat di Dikbudpora Provinsi Gorontalo itu, tidak bisa ditemui.

Hanya ada seorang staf yang menemuinya, dan Ela hanya diarahkan kembali ke sekolah untuk membicarakan dengan guru-gurunya. 

Bantuan dari Dikbudpora Provinsi Gorontalo pun tak dia dapatkan. 

Kepsek SMEA Gorontalo justru mendapat telepon langsung dari dinas, mengadukan siswa SMEA yang langsung menghadap dinas pendidikan melobi anggaran.

Melihat perjuangan Ela yang begitu gigih, Kepsek SMEA Gorontalo lantas berinisiatif mengumpulkan guru-guru untuk rapat. 

Dalam rapat itu, kepsek meminta tiap guru berdonasi agar Ela sebagai ketua osis SMEA itu, bisa mengikuti kegiatan ISLS di UI. 

“Mendengar inisiatif kepsek, saya pun langsung turun ke guru-guru untuk mengumpulkan uang itu dan yang terkumpul Rp1.3 juta dalam dua hari,” curhat Ela. 

Tidak cuma itu, siswa di sekolah juga mengumpulkan uang. Terkumpul dari para siswa sejumlah Rp800 ribu. Meski belum cukup menambal kekurangan, ia bersyukur ada tambahan dana. 

Masih kekurangan dana, Ela lantas menghubungi sejumlah anggota DPRD Provinsi Gorontalo. Hasilnya masih sia-sia. 

Ela juga mengaku sempat menghubungi staf Rahmat Gobel (RG) melalui pesan whatsapp. Namun katanya ia diarahkan ke staf pribadi RG, lantas diarahkan lagi ke staf Bupati Bone Bolango, Hamim Pou (HP). Koordinasi yang panjang itu, rupanya tidak juga membuahkan hasil. 

Meski sebetulnya, pihak RG maupun Hamim Pou ketika dikonfirmasi, mengaku tidak tahu perihal Ela yang meminta bantuan dana. 

Artinya, kedua staf dari politisi Nasdem itu, mengaku tak menerima pemberitahuan dari siswa yang ingin ikut program leadership di Jakarta tersebut.

Tidak menyerah, Ela kembali menghubungi pihak sekolah. Uang yang terkumpul baru bisa menutupi biaya pendaftaran, belum untuk tiket pergi pulang. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved