Siswa SMEA Curhat tak Didukung Pemerintah Ikut Leadership Camp di Jakarta
Bahkan, biaya pendaftaran sebesar Rp150 ribu, pakai biaya jajan Felaria Pilomonu selama beberapa minggu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/29082022_Felaria-Pilomonu_.jpg)
“Saya hanya berharap bisa berangkat, untuk uang jajan di sana biarlah saya tidak jajan, mendengar hal itu kepsek pun mengarahkan untuk ke koperasi sekolah, dan dari situlah anggaran terkumpul sekitar 800 ribu rupiah. Dari semua uang yang terkumpul, saya langsung bayarkan ke panitia 3,500.000,” cerita Ela.
Tak ingin Ela putus asa, sekolah lantas melalui koperasinya, membantu membeli tiket pergi pulang untuk Ela.
Dari perjuangan panjang itu, Ela akhirnya bisa berangkat ke program yang digagas UI di Jakarta tersebut.
“Saya tidak meminta uang banyak ke pemerintah, melainkan saya berharap ada dukungan pemerintah,” katanya memelas.
Perjuangan Ela mengantarkanya menjadi satu dari sekian banyak ketua osis se-Indonesia yang bisa mengikuti program Indonesia Student Leadership Camp (ISLS) di Jakarta. (*)