BBM Subsidi Diperkirakan Naik Rp 3.000 per Liter, BUMN: Tak Perlu Borong Pertalite dan Solar
Kenaikan harga Pertalite dan Solar diperkirakan kisaran antara Rp 1.000 hingga Rp 3.000 per September atau Oktober 2022.
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta – Kenaikan harga Pertalite dan Solar diperkirakan kisaran antara Rp 1.000 hingga Rp 3.000 per September atau Oktober 2022.
Ekonom berpendangan kenaikan harga Pertalite dan Solar dapat memicu inflasi di Indonesia. Pemerintah harus mengkaji serius dampaknya.
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga meminta masyarakat tidak panic buying dengan memborong Pertalite dan Solar.
Baca juga: Wacana Kenaikan Dirapatkan, Harga Keekonomian Pertalite di Angka Rp 17.200
“Ya jangan panic buying lah, nanti kalau panic buying membuat banyak orang yang tidak bisa mendapatkan Pertalite. Jangan panic buying, tunggu saja kebijakan dari pemerintah,” kata Arya di Jakarta, Senin (29/8/2022).
Mengenai rencana pemerintah menaikkan harga BBM, Arya mengatakan, hal ini merupakan wewenang Kementerian Keuangan dan Kementerian ESDM. Sementara itu, Kementerian BUMN melalui PT Pertamina (Persero) hanya pelaksana.
“Seperti yang saya sampaikan, (soal kenaikan harga) BBM silakan tanya kepaa Kemeneterian Keuangan dan ESDM, kami hanya pelaksana. Pertamina pelaksana,” ungkap dia.
Alexandra Ananda Kenaikan harga Pertalite di Indonesia disebut bisa berdampak pada penjualan motor baru. Arya mengungkapkan, pihaknya saat ini hanya menunggu perintah terkait eksekusi rencana penyesuaian harga BBM tersebut.
Namun, ia memastikan stok Pertalite aman untuk mendukung mobilitas masyarakat saat ini.
“Kami pelaksana dan pelaksana nunggu aja kalau dipertintahkan kami yang penting kesiapan, penyediaan semua akan kami lakukan itu. Stok aman, tapi kan ada (potensi) panic buying, dan kami coba tahan tahan lebih kepada yang beli harus yang bener,” lanjut dia.
Arya menambahkan, untuk mengatasi potensi panic buying tersebut, pihaknya berupaya untuk menahan pembelian dalam jumlah banyak.
Baca juga: Petugas SPBU Gorontalo Siaga Tunggu Pengumuman Kenaikan Harga Pertalite
Ia juga mengimbau agar pembeli BBM subsidi ,membeli sesuai dengan kebutuhan. “Kita tahan artinya sesuai dengan ketersediaan, kami coba menanggulangi yang beli beli banyak, kami tahan,” tegas dia.
Memacu Inflasi
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy mengatakan, jika pemerintah memutuskan menaikkan harga Pertalite, diperkirakan kisaran harganya akan naik antara Rp 1.000 hingga Rp 3.000.
Meski begitu, Yusuf menyatakan tidak setuju dengan keputusan menaikkan harga BBM karena momentumnya tidak pas.
“Kenaikan harga BBM Pertalite saat ini bisa mendorong angka inflasi ke level yang relatif lebih tinggi,” tutur Yusuf kepada Kontan.co.id, Jumat (26/8).
Sehingga, dengan menaikkan harga BBM, Yusuf khawatir akan mendorong inflasi ke level lebih tinggi.
Kenaikan inflasi juga bahkan bisa berdampak pada tergerusnya daya beli masyarakat dan potensi meningkatnya garis kemiskinan yang pada muaranya bisa mendorong bertambahnya atau meningkatnya tingkat kemiskinan terutama di rilis data di bulan September nanti.
Dengan proyeksi pemerintah akan menaikkan angka BBM Pertalite tersebut di kisaran Rp 1.000 hingga Rp 3.000, maka Yusuf memproyeksikan inflasi akan berada di kisaran 6 persen sampai 8 persen di akhir tahun 2022.
Adapun Yusuf bilang, di saat yang bersamaan ruang APBN untuk menanggung biaya subsidi dan kompensasi kenaikan harga minyak global masih relatif mumpuni.
Baca juga: Isu Harga Pertalite Naik Jadi Rp 10 Ribu per Liter, Adnan Entengo Minta Pemerintah Pikir Efek Domino
Ini karena secara target defisit anggaran yang telah memasukkan proyeksi kenaikan subsidi BBM dan kompensasinya itu relatif masih berada pada kisaran target defisit anggaran di sepanjang Tahun 2022.
Ia minta pemerintah mempertimbangkan ulang rencana untuk menaikkan harga BBM jenis Pertalite terutama di tahun ini.
Selain itu, menunda sementara kenaikan harga BBM bersubsidi juga bisa digunakan pemerintah untuk memastikan kembali data calon penerima bantuan subsidi BBM di tahun depan agar lebih tepat sasaran.
“Sehingga ketika pemerintah mulai akan menaikkan BBM maka orang-orang yang berhak menerima subsidi itu adalah orang-orang yang memang berada pada data yang dikumpulkan oleh Pemerintah,” imbuhnya.
(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Harga BBM Pertalite Dikabarkan Akan Naik, Stafsus Erick Thohir: Jangan "Panic Buying""
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/290822-sinulingga.jpg)