Wacana Kenaikan Dirapatkan, Harga Keekonomian Pertalite di Angka Rp 17.200

Para petinggi pusat merumuskan kebijakan terbaik, sebelum nanti kebijakan itu dilaporkan kepada Presiden Jokowi. 

Penulis: Wawan Akuba | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/free
Ilustrasi -- Pertamina 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Para menteri kembali rapat terbatas terkait kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. 

Para petinggi pusat merumuskan kebijakan terbaik, sebelum nanti kebijakan itu dilaporkan kepada Presiden Jokowi. 

Diketahui, BBM subsidi adalah Pertalite dan Solar. Keduanya masing-masing dijual Rp 7.650 per liter dan Rp 5.450 per liter.

Kendati, harga eceran kedua BBM ini jauh dari harga keekonomiannya masing-masing di Rp17.200 dan Rp17.600. 

“Keekonomian harga Pertalite 17.200 per liter, CN48 Solar Rp 17.600,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif, Jumat (26/8).

Tidak cuma Pertalite dan Solar. Bahkan Pertamax yang dipatok di harga Rp12.500 saat, juga jauh dari harga keekonomiannya. 

Mestinya kata Arifin, Pertamax sebagai BBM RON 92, dijual Rp19.900 per liter.

Arifin belum membeberkan kapan pihaknya akan mengumumkan kenaikan harga BBM subsidi. 

Belum ada kebijakan final katanya. Sebab, nanti kebijakan kenaikan akan diumumkan langsung presiden. 

"Harus hati-hati, banyak pertimbangan yang harus diperhatikan," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku, negara harus mengeluarkan Rp698 triliun untuk subsidi BBM. 

Kata dia, angka itu membengkak dari sebelumnya Rp502 triliun.

“Nambah lagi bisa mencapai Rp 698 triliun," imbuh Sri Mulyani.

Menurut Wakil Presiden, Ma’aruf Amin, kenaikan harga BBM ini tidak bisa dihindari. 

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved