Selasa, 3 Maret 2026

Ojol Gorontalo

Terungkap! Ojol Gorontalo Dikeroyok Karena Senggolan Motor di Jalan

Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Ardi Rahananto menceritakan, insiden pengeroyokan ojol Gorontalo dipicu senggolan motor di jalan. 

zoom-inlihat foto Terungkap! Ojol Gorontalo Dikeroyok Karena Senggolan Motor di Jalan
TribunGorontalo.com/Agung
Jumpa pers digelar di Polres Gorontalo Kota. Kapolres, AKBP Ardi Rahananto menceritakan kronologi pengeroyokan terhadap abang ojol Gorontalo itu. Didampingi Kasat Reskrim, Iptu Nauval Muhammad Seno (kiri), AKBP Ardi menjelaskan, persoalan itu dipicu senggolan motor di jalan. 

Kemeja grab hijau yang dipakai FK, tampak basah dengan keringat dan darah. 

FK beruntung bisa dipisahkan dari dua pelaku, sebelum kolaps.

Pada jumpa pers siang tadi, Senin (22/8/2022) dua pelaku pengeroyokan, RM dan IG, ditetapkan tersangka. 

Berdasarkan hasil rekaman warga, maupun rekaman CCTV di gerai alfamart, keduanya terbukti melakukan penganiayaan terhadap FK. 

Sebetulnya, RMP juga ikut ditahan kepolisian. Namun statusnya hanya saksi, sebab “Dalam proses pemeriksaan, dari hasil keterangan dan CCTV, ternyata salah satu yang kita amankan hanya ikut melerai, oleh karena itu dia kita jadikan saksi,” kata AKBP Ardi Rahananto.

Akibat perbuatannya, RM dan IG harus pasrah diancam pasal 170 ayat 1 dan 2 KUHP. 

Sanksinya kurungan maksimal tujuh tahun penjara. Dua barang bukti yang diamankan, yakni pakaian tersangka saat pengeroyokan.

Sebelumnya, menjelang Minggu (21/8/2022) tengah malam, sekitar 100-an ojol mendatangi Polres Gorontalo Kota.

Ratusan ojol mendesak polisi segera mengamankan dua tersangka pengeroyokan terhadap rekannya. 

Aksi pengeroyokan sempat diabadikan warga, dan tersebar di media sosial. Menyebabkan para ojol ini emosi. 

Korban pun, malam itu juga, melapor ke SPKT Polres Gorontalo. 

Pengeroyokan diketahui di gerai Alfamart yang berada di Jl HB Jassin, atau di kawasan Bundaran Saronde.

Iwan S Abdul Latif, Satgas Gojek berpesan kepada para ojol, untuk menahan diri. Tidak bertindak gegabah. 

“Percayakan proses hukum kepada otoritas terkait.” tukas dia. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved