Capres 2024

Megawati Kutip Kisah Ratu Kalinyamat, Hensat: Kode Puan Maharani Capres 2024

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengutip kisah Ratu Kalinyamat, kode kuat akan mengusung Puan Maharani sebagai calon presiden (capres).

Editor: lodie tombeg
Kolase TribunGorontalo.com
Ketua DPR RI Puan Maharani. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengutip kisah Ratu Kalinyamat, kode kuat akan mengusung Puan Maharani sebagai calon presiden (capres). 

TRIBUNGORONTALO,COM, Jakarta - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengutip kisah Ratu Kalinyamat, kode kuat akan mengusung Puan Maharani sebagai calon presiden (capres).

Pengamat politik dan pendiri lembaga survei KedaiKopi Hendri Satrio, menilai pernyataan Megawati tentang Ratu Kalinyamat itu adalah sebuah sinyal nyata bahwa PDIP akan mengusung capres perempuan (Puan Maharani).

Ratu Kalinyamat adalah simbol pemimpin perempuan. Dari kode ini, kata Hensat, kader PDIP harus solid pada satu nama Puan Maharani.

Baca juga: Daerah Ramai Deklarasi Puan Maharani, Politisi PDIP Hendrawan Tanggapi Relawan Jokowi

Megawati menyatakan dukungan agar Ratu Kalinyamat menjadi pahlawan nasional karena jasanya yang sangat besar dalam membela Nusantara melawan penjajah.

Megawati menyatakan bahwa Indonesia pernah memiliki banyak tokoh perempuan pemberani.

Hal itu disampaikan Megawati saat menjadi keynote speaker acara Napak Tilas Ratu Kalinyamat Pahlawan Maritim Nusantara yang digelar TNI Angkatan Laut di geladak KRI Dewaruci, Jakarta, Kamis (11/8/2022).

"Ini pinternya Ibu Megawati, Ratu Kalinyamat itu kan simbol dua hal penting," ujar Hensat menyampaikan analisanya kepada Wartawan, Jumat (12/8/2022).

Dua hal penting itu, jelas Hensat, Pertama Ratu Kalinyamat merupakan pemimpin perempuan.

Dia adalah seorang ratu yang tertulis dalam sejarah telah menghasilkan raja-raja Mataram.

Adapun yang kedua, lanjut Hensat, Ratu Kalinyamat merupakan tokoh perempuan dan simbol kepemimpinan dari kalangan perempuan pemberani.

"Dari dua sinyal ini, mestinya semua kader PDIP 'ngeh (memahami). Ini kodenya Ibu Mega di Pilpres 2024 itu perempuan," tegas Hensat.

Baca juga: Anies-Prabowo Tertinggi: Elektabilitas Puan Maharani Naik setelah Rajin Keliling Indonesia

Dengan memahami kode dari Megawati yang mengusung semangat Ratu Kalinyamat, Hensat menilai semestinya kader PDIP solid pada satu nama yakni Puan Maharani.

"Mestinya enggak ada lagiperpecahan internal. Semua satu suara dorong Puan Maharani.
Saya baca gitu sih," tegas Hensat.

Bagi Hensat, kepintaran Megawati mendukung Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional itu sangat luar biasa. Sebab dalam sejarah Jawa, Ratu Kalinyamat adalah tokoh besar.

"Ratu Kalinyamat luar biasa, menghasilkan raja-raja Mataram. Kalau kita ke makam kota gede ada tuh silsilahnya (keturunan raja dari Ratu Kalinyamat)," tuntas Hensat.

Sebelumnya, Megawati menyebut Indonesia Indonesia pernah memiliki banyak tokoh perempuan pemberani, salah satunya adalah Ratu Kalinyamat.

Megawati menyebut Ratu Kalinyamat berjuang dengan gigih menghadapi kolonial Portugis, sehingga layak mendapat gelar pahlawan nasional.

"Saya setuju banget nama beliau dijadikan pahlawan. Ini kembali bukan karena saya subjektif sama perempuan. Enggak loh saya kan pernah tahu sebagai presiden untuk menjadikan seorang pahlawan itu tidak gampang," ucap Megawati.

Megawati menegaskan, Portugis pun mencatatnya sebagai rainha de Japara, senhora poderosa e rica, de kranige Dame, yang berarti "Ratu Jepara seorang wanita yang kaya dan berkuasa, seorang perempuan pemberani".

Baca juga: Senada Puan Maharani, Politisi PDIP Ajak Dukung Polri Usut Kasus Brigadir J

"Coba bayangkan, duh orang penjajah mengakui kok kitanya sendiri ya ndak. Jadi saya setuju banget (jadi pahlawan nasional)" jelas Megawati.

Megawati mengutip kisah Ratu Kalinyamat, terbukti bersemangat membangun kapal perang dan mengirimkannya untuk menyerang Portugis pada tahun 1551, membantu Sultan Johor di Malaka; Sultan Ternate, Sultan Hitu, dan puncaknya pada tahun 1574 ketika membantu Sultan Aceh di dalam menghadapi Portugis.

Megawati kemudian menyinggung juga sosok laksamana perempuan pemberani dari Bumi Serambi Mekah, Aceh.

Laksamana Malahayati, mampu mengalahkan Cornelis de Houtman melalui duel satu lawan satu. Lalu, ketegasan yang tidak tertandingi Ratu Shima di Kerajaan Kalingga di Pantai Utara Jawa.

"Ratu Kalinyamat, Laksamana Malahayati dan Ratu Shima hanyalah sedikit contoh, betapa Nusantara begitu kaya dengan tokoh-tokoh Maritim, dan banyak diantaranya adalah tokoh perempuan," kata Megawati.

Megawati berharap kaum perempuan modern Indonesia untuk berani memperjuangkan hak-haknya dan bisa tampil sebagai pemimpin.

"Tolong mereka kaum perempuan yang hidup di NKRI harus sadar, sadar, sadar sepenuh-penuhnya bahwa hak kita adalah sama dengan kaum laki laki," ucapnya.

"Saya punya orang tua yang sangat progresif. Tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan," tambah Megawati.

Melejit Elektabilitas Kandidat Capres PDIP Puan Maharani

Tren positif elektabilitas atau tingkat keterpilihan kandidat calon presiden (capres) dari PDIP, Puan Maharani.

Kurun waktu 5 bulan terakhir, elektabilitas Puan Maharani naik 2,3 persen. Temuan melejitnya elektabilitas Ketua DPR RI Puan Maharani setelah jajak pendapat Indonesia Polling Stations (IPS) yang diumumkan, Rabu 10 Agustus 2022.

Pada survei 8-18 Maret 2022, IPS menemukan elektabilitas Puan Maharani di angka 0,6 persen. Sedangkan temuan terakhir melalui jajak pendapat 1-8 Agustus 2022, elektabilitas Puan Maharani di angka 2,9 persen.

Sosok Puan Maharani semakin ramai mewarnai ekskalasi capres. Ketua DPR RI itu mendapat apresiasi, sinyal relawan buat Megawati Soekarnoputri hingga disebut layak capres.

Puan Maharani rajin bertemu langsung dengan masyarakat. Tanpa segan, putri Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri itu turun ke sawah hingga berbau bersama rakyat pinggiran.

Buah manis! Dukungan terhadap Puan Marahani menguat. Daerah ramai-ramai mendeklarasikan Puan Maharani Capres 2024.

IPS merilis hasil survei elektabilitas partai politik hingga bakal capres 2024. Survei IPS 1-8 Agustus 2022 di 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Lalu apa tanggapan pengamat politik? Berikut beragam komentar dari para analisis politik daerah hingga nasional.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akan dihormati dan dikenang seandainya mau menjadi vote getters (penarik suara) Puan Maharani pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Menurut pengamat politik Hendri Satrio, sudah sewajarnya Ganjar membantu memenangkan Puan Maharani pada kontestasi Pilpres 2024.

Hensat, sapaannya, punya alasan. Sewaktu Ganjar maju Pemilihan Gubernur Jateng, Puan Maharani adalah komandan pemenangan. Hasilnya Ganjar menjadi gubernur hingga dua periode.

"Waktu pemilihan Gubernur Jawa Tengah yang memenangkan Ganjar itu, kan komandan pemenangannya adalah Mbak Puan Maharani," kata Hensat di Jakarta, Jumat kemarin dikutip dari Tribunnews.com.

Pendiri Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) ini, menilai ketika masuk kontestasi Pilpres 2024 dan Puan Maharani ikut dalam kontestasi itu, maka sewajarnya bahkan seharusnya Ganjar membantu memenangkan Puan Maharani.

Lanjut Hensat, masyarakat akan sangat hormat kepada Ganjar ketika membantu Puan Maharani pada kontestasi Pilpres 2024.

Kata Hensat, Ganjar punya peluang besar menjadi "vote getter" untuk Puan Maharani. Sikapnya itu akan dihormati dan dikenang banyak orang. Bahkan, PDIP akan sangat menghormati Ganjar tanpa ada pertentangan.

"Saya yakin sekali ide mendorong Mba Puan Maharani sebagai capres PDIP dan menjadikan Ganjar 'vote getter' atau tim sukses Mbak Puan nggak akan ditentang sama kader PDIP mana pun," jelas Hensat.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Megawati Sebut Ratu Kalinyamat, Pengamat: Itu Kode PDIP Usung Puan Sebagai Capres 2024

 

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved