Seperti Kata Carlo Ancelotti Soal Real Madrid, 6 Pelatih Dunia Ini Jadi Bukti Sextuple Tidak Mudah
Menjelang UEFA Super Cup melawan Eintracht Frankfurt, Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti mengakui akan sangat sulit meraih gelar Sextuple.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Carlo-Ancelotti-Sex-Tuple.jpg)
4. Jupp Heynckes (Bayern Munchen)
Mantan pelatih Real Madrid Jupp Heynckes hampir mempersembahkan enam gelar (Sextuple) pada tahun 2013.
Setelah memenangkan Liga Champions, Bavarians menjelma menjadi Raja Eropa, dimana mereka berhasil mengawinkan gelar UCL dengan UEFA Super Cup.
Tetapi harapan Sextuple akhirnya pupus, usai Philiph Lahm dikalahkan Borussia Dortmund di DFL Super Cup.
Baca juga: Formula Baru Carlo Ancelotti, Rahasia Ketajaman Fede Valverde di Real Madrid
5. Luis Enrique (Barcelona)
Barcelona di bawah asuhan Luis Enrique merajai Eropa, dimana trio MSN mulai menggema di dunia.
Blaugrana menutup musim 2014/15 dengan treble winner, usai menuntaskan perlawanan Juventus di final Liga Champions.
Trend positif dilanjutkan armada Luis Enrique pada musim berikutnya.
Mereka mampu menjuarai dua gelar, yakni UEFA Super Cup dan Piala Dunia Antar Klub. Langkah mereka menuju tangga Sextuple dikandaskan Athletiv Bilbao.
6. Zinedine Zidane (Real Madrid)
Zinedine Zidane ditunjuk untuk menggantikan 'guru' nya Carlo Ancelotti pada musim 2015/16. Pelatih plontos itu mampu meneruskan kesuksesan pendahulunya. Ia menjadi pelatih pertama dalam sejarah, setelah menjuarai tiga gelar Champions dalam tiga tahun berturut-turut.
Tepat setahun kepelatihannya, Zizou gagal memenangkan Sextuple karena gugur di kompetisi Copa Del Rey melawan Celta Vigo.
Selain enam pelatih di atas, Pep Guardiola mungkin juga termasuk pelatih yang kurang beruntung.
Ia bisa saja menjadi satu-satunya pelatih pemegang dua gelar Sextuple dalam sejarah sepak bola dunia, andai tim asuhannya tidak ditumbangkan Real Madrid pada final Copa Del Rey.
Gol heading Cristiano Ronaldo mengakhiri ambisi Xavi Hernandez cs untuk menutup musimnya dengan enam gelar. (*)