Seperti Kata Carlo Ancelotti Soal Real Madrid, 6 Pelatih Dunia Ini Jadi Bukti Sextuple Tidak Mudah
Menjelang UEFA Super Cup melawan Eintracht Frankfurt, Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti mengakui akan sangat sulit meraih gelar Sextuple.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Carlo-Ancelotti-Sex-Tuple.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Usai mendapatkan pertanyaan media, dalam konferensi pers, menjelang UEFA Super Cup melawan Eintracht Frankfurt, Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti mengakui sangat sulit meraih gelar Sextuple.
Bagi Carlo Ancelotti memenangkan Sextuple merupakan tantangan selanjutnya bagi Real Madrid, setelah mereka mengunci gelar UEFA Super Cup, pada dini hari nanti.
Namun pernyataan Carlo Ancelotti cukup logis, mengingat memenangkan Sextuple (enam gelar) dalam setahun tidaklah mudah. Real Madrid hampir memenangkannya pada musim 2016/2017, andai mereka tidak kehilangan Copa Del Rey.
Sextuple merupakan peraihan enam gelar sebuah klub sepakbola dalam satu musim.
Sejarah mencatat, baru dua pelatih yang berhasil memenangkan Sextuple, yakni Pep Guardiola bersama Barcelona pada tahun 2009 dan Hansi Flick saat menangani Bayern Munchen dua tahun lalu.
Berikut deretan klub yang hampir memenangkan Sextuple, dikutip dari Worldfootball:
1. Louis Van Gaal (Ajax)
Legenda Barcelona ini hampir memenangkan Sextuple pada tahun 1995. Ia telah memenangkan Liga Eredevisie, Liga Champions, UEFA Super Cup, dan Piala Incontinental.
Namun Ronald De Boer dan koleganya harus ditumbangkan Feyenoord pada Piala KNVB.
2. Manuel Jose (Al Ahly)
Pada tahun 2006, Klub Al Ahly di bawah asuhan Pelatih Portugal, Manuel Jose berhasil mempersembahkan Liga Mesir, Piala Mesir, Piala Super Mesir, Liga Champions CAF, dan Piala Super CAF.
Tetapi klub raksasa Asia itu tereliminasi di babak Semifinal oleh klub Brasil, Internacional.
3. Jose Mourinho (Inter Milan)
Pelatih Jose Mourinho berhasil membawa Inter Milan meraih treble winner, usai memenangkan Liga Italia, Coppa Italia, Piala Super Italia.
Tak hanya itu, Pelatih berjuluk the Special One berhasil menjuarai Liga Champions dan Piala Dunia Antar Klub. Hasrat Sextuple Nerrazuri akhirnya dihentikan Atletico Madrid di ajang UEFA Super Cup.
Baca juga: Rudiger dan Tcouameni Datang, Begini Carlo Ancelotti Meramu Starting Eleven Real Madrid
4. Jupp Heynckes (Bayern Munchen)
Mantan pelatih Real Madrid Jupp Heynckes hampir mempersembahkan enam gelar (Sextuple) pada tahun 2013.
Setelah memenangkan Liga Champions, Bavarians menjelma menjadi Raja Eropa, dimana mereka berhasil mengawinkan gelar UCL dengan UEFA Super Cup.
Tetapi harapan Sextuple akhirnya pupus, usai Philiph Lahm dikalahkan Borussia Dortmund di DFL Super Cup.
Baca juga: Formula Baru Carlo Ancelotti, Rahasia Ketajaman Fede Valverde di Real Madrid
5. Luis Enrique (Barcelona)
Barcelona di bawah asuhan Luis Enrique merajai Eropa, dimana trio MSN mulai menggema di dunia.
Blaugrana menutup musim 2014/15 dengan treble winner, usai menuntaskan perlawanan Juventus di final Liga Champions.
Trend positif dilanjutkan armada Luis Enrique pada musim berikutnya.
Mereka mampu menjuarai dua gelar, yakni UEFA Super Cup dan Piala Dunia Antar Klub. Langkah mereka menuju tangga Sextuple dikandaskan Athletiv Bilbao.
6. Zinedine Zidane (Real Madrid)
Zinedine Zidane ditunjuk untuk menggantikan 'guru' nya Carlo Ancelotti pada musim 2015/16. Pelatih plontos itu mampu meneruskan kesuksesan pendahulunya. Ia menjadi pelatih pertama dalam sejarah, setelah menjuarai tiga gelar Champions dalam tiga tahun berturut-turut.
Tepat setahun kepelatihannya, Zizou gagal memenangkan Sextuple karena gugur di kompetisi Copa Del Rey melawan Celta Vigo.
Selain enam pelatih di atas, Pep Guardiola mungkin juga termasuk pelatih yang kurang beruntung.
Ia bisa saja menjadi satu-satunya pelatih pemegang dua gelar Sextuple dalam sejarah sepak bola dunia, andai tim asuhannya tidak ditumbangkan Real Madrid pada final Copa Del Rey.
Gol heading Cristiano Ronaldo mengakhiri ambisi Xavi Hernandez cs untuk menutup musimnya dengan enam gelar. (*)