Penjagub Gorontalo Canangkan Nasionalisme Melalui Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih
Penjagub Gorontalo hadiri gerakan nasionalisme pembagian 10 juta bendera merah putih kepada masyarakat Gorontalo, Selasa (2/8/2022).
Penulis: Husnul Puhi |
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Penjagub-Gorontalo-hadiri-gerakan-nasionalisme.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Penjabat Gubernur (Penjagub) Gorontalo Hamka Hendra Noer mencanangkan gerakan nasionalis, dalam bentuk pembagian 10 juta bendera merah putih kepada masyarakat Gorontalo, Selasa (2/8/2022).
Penjagub Gorontalo mengatakan, aksi nasionalisme ini merupakan program dari Kementerian Dalam negeri secara paralel ke Pemerintah Provinsi, Kabupaten, dan Kota Gorontalo.
Pembagian bendera tersebut, lanjut Penjagub Gorontalo, merupakan suatu tindakan yang dapat menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air dari masyarakat gorontalo.
"Nanti kita akan bagikan bendera-bendera ini ke seluruh masyarakat Gorontalo sampai ke pelosok-pelosok daerah," ungkapnya.
"Rasa nasionalisme dan cinta tanah air warga Gorontalo itu tidak perlu diragukan lagi," ucap Hamka.
Karena daerah gorontalo dahulunya telah merdeka lebih dulu di banding kemerdekaan Indonesia.
"Kita lebih dulu tiga tahun merdeka dari pada kemerdekaan Indonesia," lanjut Hamka.
Gorontalo lebih dahulu merdeka berkat perjuangan Nani Wartabone.
" Secara tidak langsung, Nani Wartabone telah menunjukkan aksi heroiknya kepada bangsa Indonesia, bahwa masyarakat gorontalo memiliki rasa nasionalisme dan cinta tanah air," ungkap Hamka.
Adapun kegiatan pencanangan oleh Penjagub Gorontalo tersebut dilaksanakan di Dusun 2, Desa Pilohayanga, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, tepat di depan halaman rumah Yusni Akhmad.
Alasan pencanangan dilaksanakan di Desa Pilohayanga, karena desa tersebut merupakan desa yang terpilih menjadi juara desa terbaik se-Provinsi Gorontalo.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Irjen Pol Helmy Santika Kapolda Gorontalo dan Kolonel Inf Amrin Ibrahim Danrem 133/ Nani Wartabone. (*)