Pesan Kepala Desa Lonuo Kepada Sandiaga Uno Saat Kunjungan ke Bukit Arang

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno sempat berkunjung ke Desa Wisata Lonuo, Bukit Arang

Kolase TribunGorontalo.com
Akses jalan menuju bukit arang (kiri) dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat mengunjungi Desa Wisata Lonuo, Bone Bolango, Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Beberapa waktu lalu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno berkunjung ke Desa Wisata Lonuo, Bukit Arang.

Kedatangan Sandiaga Uno ke Desa Lonuo, untuk melihat langsung Bukit Arang yang termasuk ke dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2022.

Sandiaga Uno bahkan sempat memuji keindahan pemandangan Desa Wisata Lonuo, Bukit Arang.

"Epic banget, ini pemandangannya fantastic dan sangat iconic. Jadi kalau kita lihat disini, bisa kebayang malam seperti apa ya," kata dia.

Diketahui, wisatawan dapat menikmati pemandangan bukit Arang dari ketinggian 347 Mdpl.

Namun untuk bisa menikmati keindahan tersebut, pengujung harus melewati jalur yang menanjak serta kontur tanah yang gembur.

Akses jalan menuju puncak bukit arang membuat beberapa pengunjung mengaku berpikir dua kali untuk mengunjunginya.

Yusnawati (49) misalnya. Kepada TribunGorontalo.com, Ia mengaku ingin berkunjung ke Bukit Arang.

Namun ia memikirkan medan yang harus di lalui. Ia juga tidak berani menaikki kendaraan jonder yang disiapkan petugas wisata

"Kalau lihat di sosmed, maunya kesana, tapi dengar dari saudara medan kesana masih sulit diakses, apalagi saya dengan umur begini tidak mungkin, terus naik jonder macam yang saya dengar saya tidak berani, " kata Yusnawati.

Kepala Desa Lonuo Sahrun berharap pemerintah setempat khususnya Kemenparekraf untuk memperbaiki jalan ke wisata Bukit Arang, guna memudahkan para pengunjung.

“Salah Satu harapan kami kepada pemerintah khususnya kementerian pariwisata adalah akses jalan menuju lokasi puncak,” kata Sahrun.

Menurut Sahrun dengan diperbaiki  akses jalan menuju puncak wisata bukit arang itu sendiri dapat meningkatkan minat pengunjung serta wisatawan.

Selain itu masyarakat setempat dapat mudah beraktivitas sehari- hari. “Seperti contoh pada wisata Tomohon melihat akses jalan yang sudah baik, pendapatan pun turut bertambah bisa mencapai 80 juta per bulan, dan melihat dengan kita tidak berbeda jauh namun kendalanya pada kita adalah akses jalan,” tutup Sahrun. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved