Brigadir J

Babak Baru Drama Kasus Brigadir J: Si Penembak Jitu Bharada E Minta Perlindungan ke LPSK

Babak baru 'drama' kasus Brigadir J. Rekan sekaligus rival baku tembak Brigadir J, Bharada E mengajukan permohonan perlindungan.

Editor: Lodie Tombeg
Kolase TribunGorontalo.com
Foto-foto Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu, polisi asal Manado. Babak baru 'drama' kasus Brigadir J. Bharada E mengajukan permohonan perlindungan. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Babak baru 'drama' kasus Brigadir Nopriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J. Rekan sekaligus rival baku tembak Brigadir J, Bharada E mengajukan permohonan perlindungan.

Bharada E asal Manado yang mempunyai nama lengkap Richard Eliezer Pudihang Lumiu menjalani pemeriksaan psikologis di kantor Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) di Jakarta Timur.

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu mengatakan Bharada E datang untuk menjalani proses pemeriksaan yang sudah diajukan sebelumnya.

Baca juga: Update Kasus Brigadir J: Sosok Misterius di Skuad Lama Ferdy Sambo, Komnas HAM Incar Saksi Kunci

"Bharada E datang pada (Jumat 29 Juli 2022) pukul 14.30 WIB, dan selesai menjalani pemeriksaan sampai dengan pukul 18.00 WIB," kata Edwin saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Sabtu (30/7/2022).

Pemeriksaan psikologis ini termasuk prosedur yang menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan apa LPSK akan menerima permohonan perlindungan Bharada E.

Hingga kini Bharada E yang merupakan saksi kasus dugaan pelecehan dan pengancam dialami PC, istri Irjen Ferdy Sambo masih berstatus pemohon, belum terlindung.

"Seksi pemeriksaan psikologis ini masih akan berlanjut minggu depan," ujar Edwin.

Sebelumnya Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo menuturkan telah melayangkan surat kepada Korps Brimob yang merupakan satuan Bharada E kini bertugas.

Melalui surat tersebut LPSK meminta Bharada E datang ke kantor mereka untuk proses investigasi dimintai keterangan dan pemeriksaan psikologis pada Rabu 27 Juli 2022.

Bharada E yang merupakan penembak jitu nomor satu di Resimen Satu Korps Pelopor Brimob akhirnya datang ke kantor LPSK Jumat.

Baca juga: Jejak Digital Kasus Brigadir J: Misteri 70 Menit di Dua Rumah Ferdy Sambo, Napoleon: Jujur Saja

"Akhirnya (perwakilan) dari Brimob ada yang datang ke LPSK kemarin (Rabu). Itu menyampaikan bahwa betul E sudah ditarik ke Brimob," ujar Hasto, Kamis (28/7/2022).

Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Beka Ulung Hapsara mengungkap pengakuan Bharada E mengenai adu tembak yang mengakibatkan tewasnya Brigadir J.

Sebelumnya, Komnas HAM memeriksa enam dari tujuh ajudan Kepala Divisi Propam (Propam) nonaktif Polri Irjen Ferdy Sambo.

Dari enam orang tersebut, Bharada E juga turut memenuhi panggilan.

Beka mengatakan, Bharada E mengaku dan membenarkan bahwa dirinya terlibat baku tembak dengan Brigadir J pada Jumat (8/7/2022) lalu.

Menurut pernyataan Bharada E, dirinya menembak karena reflek, karena pada saat itu merupakan kejadian yang sangat cepat.

Bharada E disebut hanya merespons tembakan yang lebih dulu dilepaskan Brigadir J. "Ya kemarin kami memeriksa masing-masing ajudan dalam ruangan terpisah."

"Kalau Bharada E kami meminta keterangan soal adu tembak-menembak, memang yang bersangkutan mengaku terlibat tembak-menembak."

"Karena situasinya cepat, ini soal reflek. Ini kejadian cepat. (Bharada E) hanya berpikir bagaimana merespons yang dilakukan Brigadir Yosua dan lain sebagainya,” kata Beka dalam tayangan Satu Meja The Kompas TV, Rabu (27/7/2022).

Baca juga: Update Kasus Brigadir J: Kapolri Bicara Hasil Otopsi hingga Pemeriksaan Ponsel Ferdy Sambo

Beka pun menegaskan, keterangan tersebut baru sebatas pengakuan Bharada E.

Soal kesimpulan nantinya, pihaknya masih harus mengonfirmasi pengakuan ajudan lain dan melakukan analisa lebih lanjut.

"Tapi ini baru dari pengakuan Bharada E. Kami harus mengonfirmasi pengakuan ajudan lain. Masih kami analisa," kata Beka.

Bharada E, Penembak Jitu dari Manado

Bharada E, merupakan aktor utama yang terlibat kasus penembakan hingga menewaskan Brigadir J. Kejadian tersebut bertempat di rumah Kadiv Propam nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo.

Richard Eliezer diketahui merupakan nama asli dari Bharada E yang berpangkat Bhayangkara Dua.

Bharada E merupakan orang yang diduga kuat menembak dan menewaskan Brigadir J.

Diketahui senjata yang digunakan adalah pistol Glock 17 yang berisikan tujuh belas peluru dari keterangan polisi.

Bharada E membalas tembakan Brigadir J karena dipicu kasus pelecehan yang dilakukan Brigadir J terhadap istri Irjen Pol Ferdy Sambo.

Menurut berita yang beredar Brigadir J sempat menodongkan dan mengancam istri Ferdy Sambo yang kemudian korban berteriak meminta pertolongan.

Melihat hal tersebut Bharada E langsung mengeluarkan pistolnya dan beradu tembak yang kemudian salah satu dari pelurunya mengenai dada Brigadir J namun dirinya tak terkena luka tembak sedikitpun.

Bharada E adalah penembak jitu nomor satu di Resimen Satu Korps Pelopor Brimob.

Dalam kesatuan itu Bharada E juga merupakan pelatih vertical rescue dimana panjat tebing merupakan salah satu hobinya.

Baca juga: Update Kasus Brigadir J: Pacar Diperiksa hingga Transkrip Percakapan Terakhir di WA

Alasan mengapa dia berada di rumah dinas Ferdy Sambo karena sedang bertugas sebagai Aide de camp atau asisten pribadinya.

Sedangkan Brigadir J adalah anggota yang ditugaskan menjadi sopir pribadi Istri Ferdy.

Profil dan Instagram Richard Eliezer Pudihang Lumiu sosok yang diduga Bharada E si penembak Brigadir J.

Keberadaan Bharada E terus menjadi perbincangan publik. Ada kabar bahwa Bharada E merupakan sosok polisi dari Manado bernama Richard Eliezer Pudihang Lumiu.

Dilansir dari Tribunnews.com, Kapolres Metro Jakarta Selatan nonaktif, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto mengungkapkan sosok Bharada E, anggota Brimob yang terlibat baku tembak dengan Brigadir J.

Diketahui, insiden baku tembak antara Bharada E dan Brigadir J terjadi di rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Komplek Polri Duren Tiga Nomor 46, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Jumat (8/7/2022).

Dalam baku tembak itu, mengakibatkan Brigadir J tewas di lokasi kejadian. Sementara Bharada E sama sekali tidak mengalami luka dalam insiden tersebut.

Akun Instagram Richard Eliezer Pudihang Lumiu @r.lumiu telah diserbu warganet soal kasus kematian Brigadir J.

Beragam tanggapan oleh warganet di antaranya:

"kak saya jg asli manado. jujur prihatin. seandai nya berita itu bner. saya mohon kk berkata jujur agar semua org tau klo kita org manado menjunjung kebneran," kata akun @stevanielintangpl.

"Sakti...di tembak 7 peluru,meleset semua," tulis @didit.setyadi.

"Tumbal," ujar @tulisantangankudankau.

"Omg....Masih muda bgt!!! Masih anak kecil ini anak....can't believe it," kata @frishkarita.

"Udah bang ngaku aja loh itu tumbal jadi Lo aman ceritakan sesungguhnya pada media gue jamin Lu aman Tuhan kasi rejeki pastinya lebih baik kelak," timpal @cuwysinaga.

"tolong la jujur woiiiii..kasian mama joshua," tulis yang lain.

"Kesian kamu, di jadiin tumbal ,fitnah dimana," komentar yang lainnya.

Bharada E adalah penembak kelas satu di Resimen I Pasukan Pelopor di jajaran Korps Brimob.

Bharada E merupakan pria kelahiran tahun 1998. Dia memiliki hobi panjat tebing. Bahkan, dalam kesatuannya Bharada E menjadi pelatih vertical rescue.

Dia menempuh pendidikan polisi di Pusat Pendidikan Brimob Wakutosek, Jawa Timur pada 2019.

Bharada Elizer bekerja di kesatuan Brimob. Dia kemudian ditugaskan untuk menjadi Aide de camp (Adc) atau asisten pribadi Irjen Ferdy Sambo.

Bharada E pernah aktif bermain media sosial. Dia mempunyai akun Instagram bernama @r.lumiu.

Jumlah followers-nya berada di angka 2.700-an. Namun, ia diketahui sudah tidak aktif bermain Instagram.

Pasalnya, unggahan terakhirnya tercatat pada 2017. Di Instagram-nya, Bharada E kerap mengunggah momen dirinya sedang wall climbing atau panjat tebing.

Namun dari unggahan Instagramnya, terlihat aktivitas Richard Eliezer Pudihang Lumiu yang hobi berpetualanga dan olahraga ekstrem.

Dari keterangan di bio Instagram, Richard Eliezer Pudihang Lumiu adalah pemanjat tebing.
Ia juga menyukai kegiatan outdoor seperti naik gunung dan di laut.

Dalam keterangannya ia juga menulis tergabung dalam Kelompok Pecinta Alam.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jalani Pemeriksaan Psikologis 2,5 Jam, LPSK Tentukan Sikap Soal Permohonan Perlindungan Bharada E

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved