Libuo Gorontalo Tergenang
Breaking News: Libuo-Kota Gorontalo Masih Tergenang hingga Hari Ke-7: Air Kehijauan Tebar Bau
Genangan air di permukiman Kelurahan Libuo, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo belum juga surut hingga Minggu 24 Juli 2022 hari ini atau hari ke-7.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/240722-tembok.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Genangan air di permukiman Kelurahan Libuo, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo belum juga surut hingga Minggu 24 Juli 2022 hari ini atau hari ke-7.
Sejumlah warga masih 'terperangkap' dalam rumah. Mereka kesulitan bepergian lantaran air masih menutupi halaman rumah.
Air yang sudah sepekan mulai berubah warna agak kehijauan. Tercium bau yang tidak mengenakan dari area genangan air.
Pantauan TribunGorontalo.com pada Minggu siang har ini, air terlihat masih menggenangi halaman rumah warga. Beberapa lantai rumah warga masih basah dan sudah retak.
Kejadian air 'terperangkap' setelah berdiri tembok pada saluran atau drainase. Warga klaim sejak saluran ditutup tembok besar, mereka sering kebanjiran dan area rumah mereka tergenang.
Tembok raksasa itu tampak mengisolasi permukiman warga Libuo. Tembok dibangun oleh seorang pengusaha.
Menurut warga, tembok itu dibangun sejak lima bulan lalu. Dan sejak saat itu, setiap kali hujan, permukimannya juga terendam.
Penyebabnya karena saluran air yang harusnya bisa membuang air, justru tertutup tembok besar tersebut.
Permukiman itu tepatnya berada di Lingkungan I, Kelurahan Libuo, Kota Gorontalo.
Air yang merendam permukiman itu diperkirakan mencapai 45 cm, atau seukuran betis orang dewasa.
Genangan air yang tidak bergerak sama sekali, kemudian berubah warna. Bau busuk menyeruak. Kaki terasa gatal kala melewati air tersebut.
Farida Maku (44) salah satu warga yang rumahnya digenangi air mengaku, banjir seperti ini sudah terjadi sejak lima bulan terakhir.
"Kalau kejadian seperti ini sudah terjadi sejak sebelum puasa kemarin, sejak pagar ini dibuat," kata Farida.
Ia pun mengakui, bahwa memang tembok besar itu lah yang jadi biang kerok genangan.
"Pagar ini sudah menutup aliran saluran air, makanya air sulit untuk jalan," tambah Fairda