Jalan Taman Surya Kota Gorontalo Kerap Jadi Penyebab Kecelakaan

Jalan Taman Surya memiliki panjang sekitar 1,8 km. Menghubungkan Jalan Pangeran Hidayat (jalan dua susun/JDS) dengan Jl Prof Dr H Aloei Saboe.

Penulis: Risman Taharuddin | Editor: Wawan Akuba
TribunGOrontalo.com/RismanTaharuddin
Potret Jalan Taman Surya. Tampak sebuah lubang berada di tengah. Lubang itu cukup besar, hingga bisa menyebabkan kecelakaan untuk pengendara yang lengah. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Jalan Taman Surya Kota Gorontalo, kerap jadi penyebab kecelakaan lalu lintas. 

Banyak pengendara motor ataupun bentor, yang terjerembab dalam lubang di Jalan Taman Surya itu. 

Jika dilihat, lubang di Jalan Taman Surya memang cukup membahayakan. Posisinya berada di tengah. Kedalamannya kira-kira 20 cm. 

Tidak cuma dalam, lubang itu juga besar. Diameter nyaris 30 cm, dengan panjang sekitar 40 cm. 

“Mana gelap lagi kan di situ. Ada penerang, tapi tidak terlalu kentara (lubang itu),” ketus Firman, seorang tukang bentor. 

Jalan Taman Surya memiliki panjang sekitar 1,8 km. Ini merupakan jalan penghubung antara Jalan Pangeran Hidayat (jalan dua susun/JDS) dengan Jalan Prof Dr H Aloei Saboe.

Sayangnya, jalan ini rupanya luput dari perhatian, sebab sudah bertahun-tahun dikeluhkan warga, namun kondisinya belum juga diperbaiki. 

Seorang warga di sekitar jalan rusak itu menuturkan, bahwa sudah empat tahun lalu dirinya pernah mengeluhkan kerusakan jalan itu, namun juga belum ada tindakan dari otoritas terkait. 

Pria yang kerap disapa dengan gelar Haji itu pun pasrah. Saran dia, jika memang tak ada anggaran perbaikan, setidaknya ada tindakan. 

Sebab, sudah banyak pengendara yang menjadi korban kerusakan jalan itu.

Korban jalan itu kata dia, mulai dari mahasiswa, pegawai Bank, penumpang becak motor (bentor).

"Seandainya ada jalan sehat oleh Pemkot saya ingin ajak mereka ke depan rumah bukan apa-apa hanya untuk menunjukan jalan rusak, agar mendapat perhatian dari pemerintah, " tuturnya.

Memang, warga sekitar kata dia pernah bergotong royong memperbaiki jalan itu secara mandiri. 

Namun namanya pekerjaan seadanya, tentu cepat rusak. Apalagi hanya ditimbun pasir. 

"Jika tidak ada anggaran setidaknya pemerintah bantu menimbun ini sehingga berkurangnya pengendara yang menjadi korban atas jalan rusak itu, " pintanya. (*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved