Habib Rizieq Dongkrak Suara PKS? Ini Analisis Pengamat Politik dari IAIN Gorontalo

Apakah Risieq akan menjadi semacam vote getter (pendulang suara) bagi PKS? Itu tergantung bagaimana PKS mengelola isu soal Rizieq.

Editor: lodie tombeg
TribunGorontalo.com/Risman Taharuddin
Pengamat politik dari IAIN Sultan Amai Gorontalo Hendra Yasin. Apakah Risieq akan menjadi semacam vote getter (pendulang suara) bagi PKS? Itu tergantung bagaimana PKS mengelola isu soal Rizieq. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Habib Rizieq Shihab bebas dari tahanan dengan status bersyarat. Mantan Ketua Front Pembela Islam (FPI) itu memberikan angin segar bahkan dongkrak suara Partai Keadilan Sejahtera (PKS)? 

Menurut pengamat politik dari IAIN Sultan Amai Gorontalo Hendra Yasin, tidak bisa diafiliasikan Rizieq bersama PKS. Dia bukan pengurus partai.

Apakah Risieq akan menjadi semacam vote getter (pendulang suara) bagi PKS? Itu tergantung bagaimana PKS mengelola isu soal Rizieq.

Alasannya Rizieq tidak berafiliasi dengan partai politik tertentu seperti PKS. Artinya tidak langsung memberikan efek elektoral bagi partai politik.

Apalagi berspekulasi atas kehadirannya dapat mendongkrak suara PKS.

Kedekatan Rizieq bersama PKS itu hanya saat karena ada momentum, semisal Pilkada DKI Anies Baswedan-Sandiaga Uno (calon gubernur-calon wakil gubernur) saat itu.

Keluar tahanan Rizieq bisa mendongkrak suara PKS itu tergantung, semisalkan beliau adalah tokoh yang dapat menaikkan elektabilitas partai.

"Tetapi yang menjadi pertanyaan besar ialah apakah hadirnya Habib Rizieq dapat berpengaruh pada potensi suara," kata Hendra, Rabu (20/7/2022).

Lanjut dia, tentu bisa sekiranya berbicara terkait politik identitas. Rizieq punya pendukung (calon pemilih) yang biasa orang menyebut sebagai garis kanan.

Tetapi kurang lebih calon pemilih yang dapat mendongkrak suara yang diharapkan dari Rizieq ialah mereka yang didasarkan pada basis agama.

Kata Hendra, calon pemilih itu bisa dikata ada tiga kategori, di antaranya calon pemilih sosilogis, rasional dan lainnya.

Calon pemilih dari Rizieq itu lebih kepala calon pemilih sosiologis. Pemilih sosiologis di Indonesia jika dilihat secara persentase itu biasa di angka 20-an persen.

"Biasanya calon pemilih sosiologis dari sisi agama," tuturnya.

Calon pemilih sosiologis ini berdasarkan latar belakang, di antaranya agama, suku atau asal daerah dan hal ini menjadi penting dari segi pemilih sosilogis.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved