Breaking News:

Pilgub Gorontalo

Pengamat dari IAIN: Nelson-Syarief Berpeluang Besar Menangkan Pilgub Gorontalo

Duet Nelson Pomalingo-Syarief Mbuinga berpeluang menang pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Gorontalo 2024.

Penulis: Risman Taharuddin | Editor: lodie tombeg
TribunGorontalo.com/Risman Taharuddin
Pengamat politik dari Pusat Studi Sosial dan Politik (PUSPOL) FUD IAIN Gorontalo Hendra Yasin. Duet Nelson Pomalingo-Syarief Mbuinga berpeluang menang pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Gorontalo 2024. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Duet Nelson Pomalingo-Syarief Mbuinga berpeluang menang pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Gorontalo 2024.

Duet Nelson-Syarief atau sebaliknya sangat layak. Keduanya punya kapasitas dan kapabilitas dan potensi mendulang suara.

Syarif pernah menjabat sebagai Bupati Kabupaten Pohuwato selama dua periode, Nelson yang sementara menjabat periode kedua Bupati Gorontalo.

Menurut pengamat politik dari Pusat Studi Sosial dan Politik (PUSPOL) FUD IAIN Gorontalo Hendra Yasin, jika berbicara kedua pasangan ini tentunya sangat menarik untuk dibahas entah Nelson-Syarief atau bisa jadi Syarief-Nelson.

Kolaborasi keduanya sangat menarik untuk dilihat, diamati bahkan di riset. Namun secara kualitatif untuk pasangan ini jika hitung-hitung suara kurang lebih ada 40 sekian persen bila diakumulasikan 100 persen.

Tentu ini hal yang patut dipertimbangkan dijadikan sebagai pasangan apalagi saat ini digalakan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang didukung Partai Golkar, PAN dan PPP.

Kata dia, konstalasi nasional bisa bawa ke tingkatan lokal. Konstalasi ini akan berubah karena pilpres masih panjang waktunya.

Walaupun dua nama ini memiliki kekuatan tapi tidak bisa dielakan, karena di partai semisal Golkar memiliki lima calon gubernur meski PPP yang telah mengusung Nelson sebagai cagub.

Soal Syarief, karena ini masih di internal Golkar. Kata dia, Rakerda DPD I Golkar memunculkan lima nama calon. Lima nama itu yang mengemuka walaupun sampai saat ini belum ada nama tetap siapa yang akan diusung oleh Partai Golkar, entah cagub atau cawagub .

Melihat belum adanya calon yang ditetapkan Golkar tentu soal Syarief-Nelson belum ada kepastian.

Akan tetapi nama ini menjadi penting dipertimbangkan, karena ada 40 sekian persen suara dari keduanya bila dikelola dengan baik dan bisa menghasilkan kemenangan bagi KIB di Gorontalo.

Jika ditinjau kembali kedua nama ini memiliki lumbung suara lebih dari 40 sekian persen secara demografinya.

Tentu landasan itu menjadi kekuatan utama, termasuk mesin partai antarkeduanya ini jika dilihat partai ini sudah cukup lama.

Jika dua pasangan ini diusung maka tentu kansnya kuat. Apalagi Golkar selama dua periode ini dipimpin sejak dari Fadel Muhammad hingga Rusli Habibie.

Golkar punya potensi besar. Bisa jadi Golkar dipasangkan dengan PPP. Tidak hanya Syarief bisa saja lima nama yang disepakati dari Golkar.

Tidak hanya kekuatan tetapi juga ini menjadi atensien atau perhatian penting bagi lawan politik, karena Golkar sejauh ini luar biasa, apalagi dengan PPP.

Di Kabupaten Gorontalo PPP merajai. Jika lumbung suara ini dikelola dengan baik maka akan berpotensi kemenangan.

Terlebih di balik itu perlu diperhatikan strategi yang mempuni dukungan data yang membuat gerakan tersetruktur secara masif.

"Basisnya yang saya harus bilang adalah semua harus berbasis data, sehingga cara kerja itu benar-benar terukur, termasuk survei itu menjadi landasan penting untuk mengawal apa yang dilakukan partai maupun pasangan calon," tandasnya. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved