Kamis, 12 Maret 2026

Pohon Tumbang Gorontalo

Identitas Tiga Warga Gorontalo Korban Pohon Tumbang Belum Diketahui

Tiga warga Gorontalo yang merupakan satu keluarga, yakni korban tertimpa pohon tumbang, Minggu (17/7/2022) hingga kini belum diketahui identitasnya.

Tayang:
Penulis: Redaksi |
zoom-inlihat foto Identitas Tiga Warga Gorontalo Korban Pohon Tumbang Belum Diketahui
TribunGorontalo.com/Tommy Pramono
Warga turut mengevakuasi korban tertimpa pohon tumbang di Jalan Ahmad A Wahab, Minggu (17/7/2022) malam. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Limboto - Tiga warga Gorontalo yang merupakan satu keluarga, yakni korban tertimpa pohon tumbang, Minggu (17/7/2022) hingga kini belum diketahui identitasnya.

Peristiwa pohon tumbang itu terjadi di Jalan Ahmad A Wahab, Desa Tomuato Kecamatan Talaga Biru Kabupaten Gorontalo.

Menurut Dedi, warga setempat yang berada di lokasi saat kejadian, peristiwa pohon tumbang itu terjadi sekira pukul 22.00 Wita.

"Mereka satu keluarga. Bapaknya, anak kecil, dan kakaknya," ujar Dedi kepada TribunGorontalo.com.

Warga lain turut membantu evakuasi korban adalah Alfin.

Alfin bersama ayahnya berusaha memotong batang pohon yang menimpa leher anak kecil tersebut.

"Setelah satu jam lebih, anak kecil tersebut berhasil dievakuasi," kata Alfin.

Usai berhasil dievakuasi, ketiga korban segera dilarikan ke Rumah Sakit terdekat oleh petugas Satlantas yang kebetulan melintas.

Selang dua jam kemudian, tim Polda Gorontalo datang ke lokasi. Berbekal peralatan berupa gergaji mesin, pohon yang tumbang itu mulai dibersihkan dari jalanan.

Diketahui, hampir seluruh wilayah Provinsi Gorontalo diguyur hujan lebat dengan intesitas tinggi.

Hingga pukul 04.00 dini hari saat ini, hujan masih mengguyur Kota Gorontalo dan sekitarnya.

Akibat dari pohon tumbang tersebut, arus lalulintas seketika macet, sehingga kendaraan yang melintas terpaksa memutar arah.

Di lokasi yang sama, Kepala Desa Timuato, Ikhsan Hiliwilo meminta pemerintah Gorontalo lebih responsif, dalam penanganan pohon tua yang ada di sepanjang jalan Trans Sulawesi.

"Kami sudah beberapa kali menyurati kepada pemerintah, terkait persoalan penebangan pohon ini," tegas Ikhsan kepada TribunGorontalo.com, Senin (18/7/2022) dini hari.

Ikhsan menyayangkan surat yang dikirimkan belum mendapatkan respon yang baik dari pihak terkait.

"Saya selaku pemerintah desa bertanggungjawab. Kami melakukan penebangan kami takut, ada beberapa kabel," tambah dia.

Dia mengaku, terakhir kali mengirim surat kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gorontalo, dua minggu terakhir.

"Kami sudah susul dengan telepon, chat WhatsApp, serta SMS," kata dia.

Ikhsan mengungkapkan, peristiwa pohon tumbang ini sudah terjadi satu kali dalam satu tahun.

Dirinya mengkhawatirkan (peristiwa yang sama) akan terjadi lagi. Mengingat pohon yang ada di sepanjang jalan Trans Sulawesi, termasuk yang berada di wilayah Desa Timuato bukan jenis pohon yang bisa bertahan hingga bertahun-tahun.

"Kalau perlu di sepanjang jalan trans ini ditebang dahulu semuanya, karena usianya (sudah lama)," imbuhnya.

Ia berharap, pohon-pohon yang ada dapat diganti dengan pohon baru. Hal itu guna mengantisipasi pohon tumbang setiap musim penghujan tiba. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved