Mantan PM Jepang Shinzo Abe Ditembak: Cerita Ivanka Trump hingga 'Dendam' Tetsuya
Mantan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe meninggal ditembak Yetsuya Yamagami. Ivanka Trump, putri Donald Trump.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/090722-Ivanka-Trump-Tetsuya.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Mantan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe meninggal ditembak Yetsuya Yamagami. Ivanka Trump, putri mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sedih.
Ivanka Trump bersaksi soal pengaruh Shinzo Abe terhadap karier politiknya. Dia menyayangkan peristiwa penembakan dengan motif 'dendam aliran agama' yang dilakukan Tetsuya.
"Saya turut sedih dengan kematian mantan PM Shinzo Abe (yang ditembak Tetsuya), sosok yang benar-benar bersejarah dan pemimpin dengan konsekuensi abadi," kata Ivanka Trump, dalam cuitannya di akun Twitter miliknya.
Dikutip dari laman Al Jazeera, Sabtu (9/7/2022), Ivanka juga berterima kasih dengan nasihat serta masukan yang diberikan saat bertemu dengannya.
Menurutnya, apa yang disampaikan Abe padanya sangat berdampak pada sikapnya selama membantu sang ayah, Trump dalam memimpin AS.
"Nasihat, kebijaksanaan dan kehangatan Abe memiliki dampak mendalam pada saya selama pelayanan pemerintahan yang saya lakukan. Hati saya bersama keluarga dan orang-orang Jepang serta dunia yang berduka atas kepergiannya," tegas Invanka.
Mantan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe, salah satu pemimpin paling berpengaruh dalam sejarah pascaperang Jepang, dinyatakan meninggal dunia pada Jumat sore waktu setempat.
Ia menghembuskan napas terakhirnya setelah ditembak saat sedang menyampaikan pidatonya dalam kampanye untuk anggota partainya di Kota Nara.
Perdana Menteri (PM) Fumio Kishida sebelumnya menggambarkan bahwa Abe sedang dalam 'kondisi serius' setelah tidak sadarkan diri pasca mengalami tembakan pada bagian leher dan dada.
Beberapa jam setelah penembakan, Abe dinyatakan meninggal pada usia 67 tahun.
Terkait jejak politiknya, Abe merupakan Perdana Menteri terlama di Jepang, dengan dua masa jabatan dari periode 2006 hingga 2007 dan 2012 hingga 2020.
Masa jabatan Abe diwarnai oleh skandal dan perselisihan, dan ia akhirnya mengundurkan diri dengan alasan kesehatan yang buruk.
Dirinya kemudian mengakui bahwa ia sedang menderita penyakit yang didiagnosis sebagai kolitis ulserativa.
Kendati mengaku sedang sakit, Abe tetap mendominasi Partai Demokrat Liberal (LDP).
Ia memimpin faksi terbesar partai dan ada pembicaraan bahwa dirinya sedang mempertimbangkan untuk kembali ke panggung politik jika ada kesempatan.
Pencapaian rekor Abe sebagai perdana menteri sebelum mengundurkan diri pada 2020, ditunjukkan dengan membawa stabilitas ke Jepang setelah enam pemerintahan.