Podcast

Cerita Adhan Dambea Tinggalkan ASN: Politisi Adalah Pilihan Hidup

Baru-baru ini, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Adhan Dambea berbicara mengenai wajah politik Gorontalo.

Penulis: Risman Taharuddin | Editor: Fajri A. Kidjab
Kolase TribunGorontalo.com
Adhan Dambea saat tampil di podcast TribunGorontalo.com, Kamis (7/7/2022) malam. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Baru-baru ini, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Adhan Dambea berbicara mengenai wajah politik Gorontalo.

Melalui siaran podcast yang digelar TribunGorontalo.com, Kamis (7/7/2022) malam, Adhan Dambea tampil dengan gaya khasnya, baju putih dan celana hitam.

Pada kesempatan itu, Adhan Dambea mengaku tidak membenarkan, jika ada politisi yang terjun di dunia politik, hanya mencari kekayaan.

"Jika niatnya mencari kekayaan, bukan di politik tempatnya. Karena jika ingin mencari kekayaan jadilah pengusaha," ujar Adhan.

Menurutnya, politik hari ini banyak yang disalahartikan. Terkadang ada yang memilih jalan politik untuk mencari kekayaan.

Apabila sudah berani masuk dalam dunia politik, kata dia, tentu targetnya bukan berbicara kekayaan. Tetapi perpolitikan merupakan sarana untuk mengabdikan diri kepada rakyat.

"Saya masuk ke dunia politik, yang jelas untuk memperjuangkan hak-hak rakyat dan melalui sarana ini saya lebih maksimal berjuang," tuturnya.

Baginya, Politisi lahir untuk menjadi 'perpanjangan' tangan masyarakat. Sebab tidak mungkin masyarakat mampu menyelesaikan semua masalah. Untuk itulah peran legislator.

Saat pertama kali terpilih menjadi anggota dewan, sejak 7 Juni 1999, dia sangat bersyukur dapat masuk dalam sistem tersebut.

Adhan menyatakan, anggota dewan itu tidak hanya diam, namun bagaimana dirinya berusaha masuk ke dalam Badan Anggaran (Banggar), yang mana membahas APBD.

"Sebab bicara APBD jangan di tutup-tutupi, dan harus ada transparansi kepada rakyat," jelasnya.

Bagi Adhan, menjadi politisi adalah pilihan dalam hidup. Dirinya pun mengaku meninggalkan ASN dan memilih menjadi politisi hingga ingin terus menjadi politisi profesional.

"Jangan jadi politisi yang ketika diberi proyek 200 juta sudah diam," tegasnya.

Apalagi jika bicara persoalan partai, lanjut dia, tentu ada tugas dan tanggung jawab untuk melakukan pendidikan politik bagi rakyat.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved