Puan Maharani Capres

Puan-AHY Dapat Mengubah Konstelasi Pilpres 2024

Puan Maharani-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dapat mengubah konstelasi politik menjelang Pilpres 2024.

Editor: lodie tombeg
Kolase TribunGorontalo.com
Puan Maharani-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dapat mengubah konstelasi politik menjelang Pilpres 2024. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Politik adalah seni tentang kemungkinan! Manuver Puan Maharani dari PDIP dapat mengubah konstelasi dari empat poros menjadi tiga poros kekuatan Pilpres 2024. Misalnya Puan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Puan mengemban tugas dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk menjalin kerja sama dengan ketum parpol termasuk Ketum Partai Demokrat AHY.

Peluang kerja sama PDIP-Demokrat paling rasional menduetkan Puan-AHY. Dua politisi milenial yang dapat mengubah konstelasi dari empat poros menjadi tiga poros.

Hingga saat ini, formasi empat poros paling berpeluang. 

Partai Golkar, Partai Amanat Nasional dan Partai Persatuan Pembangunan membentuk Koalisi Indonesia Bersatu. Koalisi ini belum menentukan capres-cawapres, namun nama Ketum Golkar Airlangga Hartarto dan Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno ramai dibicarakan.

Opsi lainnya, Ketum PAN Zulkifli Hasan dan Ketum PPP Suharso Monoarfa pendamping Airlangga.

Poros berikutnya koalisi Kebangkitan Indonesia Raya yang dibangun Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa. Poros ini menjagokan Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar.

Kemudian kubu Partai Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera dan Demokrat. Bakal poros ketiga ini menjagokan Anies Baswedan dan AHY.

Poros terakhir PDIP. Partai ini satu-satunya kekuatan politik yang dapat mengusung sendiri. PDIP mememnuhi syarat 20 persen kursi parlemen (DPR RI) mencalonkan capres-cawapres.

Namun konstelasi ini dapat berubah. Masih dinamis dan terus berkembang.

Saiful Mujani, pendiri Saiful Mujani Research and Consulting, meramalkan akan muncul beberapa nama yang didorong menjadi calon presiden.

Ada nama Prabowo Subianto dari Partai Gerindra, Puan Maharani dari PDIP, Airlangga Hartarto dari Partai Golkar, dan AHY dari Partai Demokrat.

Saiful melanjutkan, karena syarat batas minimal partai untuk bisa mencalonkan sangat tinggi, maka hanya PDIP yang bisa mencalonkan tanpa koalisi. Karena itu, jumlah calon maksimal hanya empat atau tiga pasangan.

Puan dinilai telah melakukan sosialisasi masif untuk mempromosikan dirinya di tengah masyarakat. Oleh karena itu, Puan dianggap berpeluang akan menjadi calon kuat, hanya saja perlu pasangan yang cocok mendampinginya nanti.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved