Gorontalo Jadi Penyelenggara Kejuaraan Asian Mini Football Pertama di Indonesia?
President of Asian Mini Football Confederation (AMFC) Muhammad Al-Dossary menyebut, Kejuaraan Asian Mini Football di Gorontalo akan jadi sejarah baru.
Penulis: Husnul Puhi |
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/28062022_Amal-Mini-Soccer_Kota-Gorontalo_.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Seandainya niat jadi tuan rumah kejuaraan Asian Mini Football terpenuhi, Gorontalo akan tercatat penyelenggara pertama di Indonesia.
President of Asian Mini Football Confederation (AMFC) Muhammad Al-Dossary menyebut, Kejuaraan Asian Mini Football di Gorontalo akan jadi sejarah baru.
Menimpali itu, Ketua Umum Federasi Sepakbola Mini Indonesia (FSMI), Andi Bachtiar Yusuf menjelaskan, Kejuaraan Asian Mini Football di Gorontalo jadi yang pertama di Indonesia, sebab Jakarta nyaris jadi tuan rumah.
Ibu kota negara berpenduduk 200-an juta jiwa ini waktu itu sudah siap menggelarnya. Sayang, pandemi Covid-19 lebih dulu tiba, sehingga niat itu batal gara-gara seluruh aktivitas dibatasi.
Sebetulnya menurut Al-Dossary, mini football ini adalah olahraga baru di Asia, namun justru sangat dekat dengan masyarakat.
Olahraga ini dimainkan hampir di setiap tempat. Hanya saja, tidak ada kejuaraan atau yang mengatur hal itu.
Sebelumnya diketahui, Al-Dossary tiba di Gorontalo pada Selasa 28 Juni 2022 kemarin. Kedatangan itu untuk melihat langsung persiapan Gorontalo.
Al-Dossary datang atas undangan Penjabat Gubernur Gorontalo Hamka Hendra Noer. Staf ahli Menpora itu menawarkan wilayah di pesisir Teluk Tomini ini, jadi tuan rumah.
Tidak berlebihan sebetulnya, sebab dalam kunjungannya, Al-Dossary disuguhi tiga lapangan yang berpotensi bisa jadi lokasi mini football.
Tiga lapangan bola itu ditinjau langsung oleh Al-Dossary, dengan beberapa catatan yang ia berikan.
Adapun tiga lapangan itu yakni, lapangan Stadion David Tony Kabupaten Gorontalo, Stadion Merdeka dan Amal Mini Soccer yang masing-masing ada di Kota Gorontalo.
Respon Al-Dossary cukup baik. Ia bahkan optimis jika Gorontalo bisa saja terpilih jadi tuan rumah.
Tentu, hal itu hanya bisa terwujud jika pemerintah setempat juga ikut mendukung.
Sebelumnya, mini football adalah permainan di lapangan kecil. Permainan ini seperti diperkirakan sudah berusia ribuan tahun.
Permainan ini bergantung pada kecepatan, keterampilan, respons cepat, dan fokus.
Lalu, bagaimana syarat untuk lapangan mini football ini?
Dilansir dari aturan yang dipublikasi dalam laman resmi Asian Mini Football Confederation, lapangan harus memiliki rumput alami maupun sintetis.
Lalu, lapangan harus berbentuk persegi panjang. Dimensinya harus memiliki panjang 46-50 meter, lalu lebar harus 26-30 meter.
Tinggi gawang pada sepak bola mini adalah 2 meter dan memiliki lebar gawang 4 meter.
Jarak tendangan pinalti 7.5 meter dari garis gawang dengan daerah pinalti ukuran 7 meter x 14 meter.
Jumlah pemain sebuah tim yang bermain minifootball bisa berjumlah lima hingga delapan orang, termasuk seorang penjaga gawang.
Hanya saja, berdasarkan aturan permainan yang diterbitkan WMF, sebuah tim yang bertanding dalam kejuaraan resmi maksimal terdiri dari enam orang pemain.
Pertandingan minifootball bergulir dua babak yang masing-masing memiliki durasi 25 menit, dengan jeda antar babak paling lama 10 menit. (*)