Pegunungan Tilongkabila Gorontalo
Balai TNBNW Ancam Blacklist Organisasi yang Mendaki Ilegal ke Tilongkabila
Namun jika ketahuan mendaki ilegal setelah pendakian selesai, maka Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) akan mem-blacklist organisasi te
Penulis: Redaksi |
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/29062022_Balai-Taman-Nasional-Bogani-Nani-Wartabone-TNBNW_.jpg)
Lalu pada Jumat (24/6/2022) pukul 10.00 Wita, Dea mengeluh kelelahan dan beristirahat.
Saat itu tim sudah berada di ketinggian 701 meter di atas permukaan laut (MDPL).
Meski sudah beristirahat, kondisi Dea justru makin memburuk, sehingga ia dicurigai mengalami hipotermia.
Saat itu, ia menunjukan batuk berdarah. Karena kondisi korban yang sudah tidak mampu berjalan serta jalanan turun yang terjal dan becek, pukul 21.00 Wita tim pendakian mengambil keputusan untuk beristirahat di pos 1 sembari menunggu tenaga Dea kembali pulih.
Dianggap kondisi mulai membahayakan, pada saat itu juga seorang tim menginformasikan ke Basarnas Gorontalo.
Adapun penangannya dilakukan dengan Basarnas Gorontalo menerjunkan 11 personel dengan dua unit mobil penyelamatan type 2.
Tim membawa serta mountenering dan peralatan pendukung evakuasi lainnya.
Adapun cuaca ringan menyertai penyelamatan itu. Cuaca tersebut diduga menjadi sebab Dea alami hipotermia. (*)
Belakangan, Ketua Umum Mapala Belantara membantah apa yang dialami Dea itu. Kata dia, Dea dengan nama rimba Keong Sawah itu, hanya mengalami kedinginan biasa.
Wajah, saat itu cuaca di Pegunungan Tilongkabila sedang dalam kondisi buruk. (*)