PSI Gorontalo
PSI Gorontalo Belum Tetapkan Dukungan Capres, Target 2 Kursi DPRD Kabupaten-Kota
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Gorontalo belum menyatakan dukungan kepada figur calon presiden (capres).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/270622-Arianty-Halid.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Gorontalo belum menyatakan dukungan kepada figur calon presiden (capres).
Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah PSI Arianty Halid mengatakan PSI punya 49 figur capres, namun belum menentukan siapa yang akan didukung pada Pilpres 2019.
Sama dengan DPP PSI, DPD Gorontalo belum menyatakan dukungan kepada satu figur capres. PSI sependapat dengan Presiden Joko Widodo yang mengatakan tidak perlu buru-buru atau ojo kesusu.
Bicara pileg, PSI Provinsi Gorontalo menargertkan dua kursi di DPRD kabupaten kota bahkan provinsi.
"Kita berharap Pemilu 2024 mendatang bisa berjalan sesuai demokratis, lancar, aman, damai. Intinya yang baik-baik, dan tanpa penundaan," tuturnya, Senin (27/6/2022).
Arianty mengatakan, belum ada kandidat capres yang ditetapkan. Walaupun PSI memiliki 49 kandidat calon yang akan bertarung di perhelatan pilpres.
Kepada TribunGorontalo.com, Arianty mengajak masyarakat Provinsi Gorontalo untuk dapat berpartisipasi dalam penyelenggaraan pemilu yang baik dan tertib tanpa ada gangguan apapun.
"Untuk kabupaten kota hingga provinsi, PSI memiliki target meraih kursi, untuk kota saya berharap bisa dapat 1-2 kursi, amiin," tuturnya.
"Untuk kandidat yang akan disiapkan PSI pada pileg mendatang ya mungkin kita bisa next time kita bocorkan yaa, belum saatnya kita buka siapa saja kandidat yang akan diusung oleh PSI," jelasnya.
"Saat ini kita masih berburu verifikasi, dari PSI sendiri kita punya strategi-strategi juga ke depan namun untuk saat ini belum bisa berbicara lebih," ujarnya.
Lanjut alumni SMA Negeri 3 Gorontalo itu, intinya PSI di Gorontalo akan terus berjalan sesuai arah, jika ada semboyan dari Gubernur Gorontalo (Rusli Habibie) berkarya nyata bukan berkarya kata, terlebih PSI seperti itu ke depan. Tidak banyak bicara karena semua ditentukan dari kinerja-kinerja yang jelas.
"Walaupun semboyannya beliau, tetapi saya suka semboyannya, terlebih saya tipikal orang yang tidak suka banyak bicara karena tipikalnya saya mungkin orang lapangan maka saya lebih pilih kerja," tegasnya.
Dia menegaskan, untuk mengusung capres PSI tidak asal-asalan untuk mencalonkan seseorang. Tentunya melalui survei elektabilitasnya.
Elektabilitas Naik
Direktur Eksekutif Polmatrix Indonesia Dendik Rulianto menyebutkan elektabilitas PSI 5,54 persen.