Selasa, 10 Maret 2026

Capres 2024

Ganjar-Anies Bakal Tak Diusung Pilpres, Analis Politik: Parpol Cenderung Usung Elite Partai

Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan bakal tereliminasi atau tak diusung pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Partai politik cenderung usung kader.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Ganjar-Anies Bakal Tak Diusung Pilpres, Analis Politik: Parpol Cenderung Usung Elite Partai
Kolase TribunGorontalo.com
Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. Keduanya bakal tereliminasi atau tak diusung pada Pilpres 2024. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan bakal tereliminasi atau tak diusung pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Keduanya bukan elite partai politik.

Sementara diperkirakan parpol memunculkan kader sendiri. Misalnya PDIP yang menugaskan Puan Maharani untuk menjalin komunikasi dengan parpol lain. Sosok seperti Ganjar dan Anies yang tak punya partai bakal tak diusung lantaran parpol cenderung usung elite partai.

"Ada perintah dari Megawati (Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri) terhadap Puan Maharani mendapat tugas khusus menggalang koalisi. Ini sebetulnya penanda bahwa ada tokoh politik yang terancam tidak terusung (bakal tak diusung). Ganjar Pranowo menjadi tokoh di dalamnya. Termasuk juga Anies Baswedan," kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedy Kurnia Syah, Senin (27/6/2022).

Dedy mengatakan, usulan duet antara Ganjar-Anies untuk Pilpres 2024 cukup sulit direalisasikan. Menurutnya, kedua tokoh ini tidak punya tingkat keterusungan yang mumpuni bagi parpol.

"Membayangkan duet antara Ganjar dengan Anies ini cukup sulit. Karena keduanya tidak punya tingkat keterusungan yang mumpuni," ujar Dedy. 

Dia menilai, usulan memasangkan keduanya bagian dari gimik politik. Tujuannya tak lain untuk menguji stabilitas pemilih.

"Apakah mendapatkan respons cukup bagus atau tidak. Tetapi saya kira dari sisi politik, Anies dan Ganjar atau Ganjar dan Anies ini sebenarnya adalah tokoh yang rentan tidak terusung (untuk pilpres 2024)," ungkapnya.

Dedy menjelaskan, jika membaca arah sejumlah potensi koalisi yang baru saja terbentuk, antara munculnya Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), komunikasi antara Partai Gerindra dan PKB, lalu komunikasi antara Partai Nasdem, Partai Demokrat dan PKS menandakan ada tokoh-tokoh politik yang terancam tidak akan terusung dalam pilpres.

"Kenapa begitu? karena tren yang terbaca adalah 2024 sepertinya ketokohan seseorang itu akan dimunculkan dari kalangan parpol. Ganjar bukan kalangan elite parpol. Dia hanya kader biasa di PDIP. Sementara PDIP punya tradisi yang menentukan capres adalah ketua umum," kata Dedy.

Jika PDIP memilih koalisi dengan Partai Gerindra, maka pilihan yang paling mungkin adalah Puan Maharani yang disodorkan.

Wacana Anies dan Ganjar mengemuka setelah diusukan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali mengungkapkan, usulan itu disampaikan guna mempersatukan masyarakat yang sebelumnya sempat terbelah pada Pemilu 2014 dan 2019.

"Pak Surya Paloh udah beberapa kali menyampaikan itu. Bahwa pilpres dua kali membuat perpecahan polarisasi begitu dalam dan nyata. Dan itu tidak bisa kita pungkiri, dan kita tidak bisa tutup mata dengan akses daripada pemilu yang terjadi dua kali terakhir ini," kata Ali. 

“Nah tentunya kalo kemudian pemilunya akan terus seperti itu (polarisasi). Nah nanti lama kelamaan justru akan terjadi hal yang mengkhawatirkan persatuan bangsa,” imbuhnya.

Surya Paloh, imbuh Ali, melihat bahwa ada kelompok yang perlu disatukan pemikirannya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved