Tergerus Zaman, Pengrajin Atap Rumbia Ini Tetap Survive Demi Hidupi Keluarga
Seiring perkembangan zaman, pengrajin atap rumbia mengaku percaya bahwa masyarakat Gorontalo masih membutuhkan atap rumbia.
TRIBUNGORONTALO.COM,Gorontalo - Seiring perkembangan zaman, pengrajin atap rumbia mengaku percaya bahwa masyarakat Gorontalo masih membutuhkan atap rumbia.
Noku Dopo (61) misalnya, warga Desa Hutuo, Jalan Reformasi Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo, yang keseharianya sebagai pengrajin atap rumbia dan menjualnya kepada masyarakat Gorontalo.
Noku tinggal bersama suaminya itu memutuskan menjadi pengrajin atap rumbia, memanfaatkan bahan yang ada di sekitar rumahnya untuk menyambung hidup.
Atap rumbia berasal dari pelepah daun pohon sagu.
Noku kemudian memanfaatkan pohon sagu yang berada tak jauh dari rumahnya untuk diproduksi menjadi atap.
Bersama suaminya, dalam sehari dia dapat menghasilkan lima sampai sepuluh lembar atap.
Namun dalam sepekan terakhir, Noku belum memproduksi atap rumbia tersebut di karenakan stok yang sudah di hasilnya sudah banyak.
"Sudah lima hari ini saya belum membuat atap rumbia persedian masih banyak, takutnya kalau banyak bisa rusak, terlebih cuaca hujan seperti ini tempat untuk menyimpan atap tersebut tidak ada kalau di produksi banyak," ungkapnya.
Pantauan TribunGorontalo.com, wanita paruh baya tersebut menjajakan puluhan atap rumbia di Jalan Reformasi Kelurahan Hutuo.
Selain menjual atap rumbia, dirinya menjual dinding pitate dan ikan nila.
Noku dan suaminya mematok harga atap rumbia tersebut senilai Rp 10 ribu per lembar. Sedangkan dinding pitate dijual senilai Rp 50 ribu per lembarnya.
Menurutnya, proses pembuatannya cukup lama, agar hasil produksi atap kuat dan tahan lama. Karena sebelum dibuat menjadi atap, bambu yang dipakai harus direndam di air selama seminggu, agar awet dari rayap dan bisa bertahan bertahun tahun.
Ia mengaku, menjalani pekerjaan tersebut sudah sejak puluhan tahun lalu. Keahlianya membuat atap itu sudah di milikinya sejak ia masih remaja.
Pembelinya pun datang berbagai kabupaten dan kota. Dimana rata - rata pembelinya membeli atap rumbia di gunakan untuk tempat (rumah) bagi hewan ternak. Adapula yang menggunakannya untuk bangunan di perkebunan.
Atap rumbia, kata dia, diakui memiliki manfaat yang tinggi selain dijadikan atap rumah atau bangunan kecil, atap rumbia memiliki manfaat menyejukkan ruangan, karena bahan yang digunakan bisa menangkal panas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Noku-Dopo-pengrajin-atap-rumbia.jpg)