Mapala Gorontalo Hipotermia
Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi Belasan Mapala UNG dari Pegunungan Tilongkabila-Gorontalo
Belasan Mapala UNG itu tergabung dalam MPA Belantara, sebuah organisasi ekstra di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNG.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/25062022_Evakuasi-Mapala-UNG_Tilongkabila.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi belasan mahasiswa pencinta alam (Mapala) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Sabtu (25/6/2022).
Belasan Mapala UNG itu tergabung dalam MPA Belantara, sebuah organisasi ekstra di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNG.
Informasinya, belasan anggota MPA Belantara ini tengah mengikuti pendidikan dasar (Diksar) ke-7 di Pegunungan Tilongkabila. Sialnya, dua di antaranya masing-masing mengalami hipotermia dan asma.
"Kami diinformasikan oleh tim bahwasanya ada kejadian membahayakan manusia salah satu orang di antaranya mengalami hipotermia di Pegunungan Tilongkabila,” ungkap kepala Basarnas Gorontalo, I Made Junetra, Sabtu sore (25/6/2022).
Informasi itu diterima pihaknya pada 24 Juni kemarin pukul 09.00 Wita. beruntung, saat itu memang koordinator tim itu mengabarkan jika kondisi tim baik-baik saja.
Kabar baik itu setidaknya dikabarkan hingga pukul 20.oo Wita.
“(Namun) pukul 21.00 Wita, tim SAR kembali menerima laporan dari tim pendakian bahwa mereka membutuhkan pertolongan SAR. Pukul 21.20 Wita tim SAR menuju kaki Pegunungan Tilongkabila. Dan langsung melakukan pencarian malam itu juga.” tegas Junetra.
Proses evakuasi mengalami banyak hambatan, selain medan terjal, dan kondisi tanah yang licin dan berair, tim SAR gabungan yang terdiri dari BASARNAS TNI-Polri, IEA, BPBD, RAPI, dan Mapala, harus membuka jalur sendiri untuk bisa menjangkau para pendaki.
"Pukul 03.00 Wita (25/6/2022) Tim SAR gabungan berhasil menjangkau para pendaki, kondisi korban yang mengalami hipotermia sudah perlahan membaik. Tapi ada masalah baru lagi, salah satu di antara mereka punya riwayat penyakit asma begitu Informasinya. Sehingga kami agak kesulitan mengevakuasi," cerita Junetra.
Dengan segala upaya tim, sekitar pukul 18.30, Sabtu (25/6/2022) Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban ke perkampungan dalam keadaan selamat.
“Dua di antaranya mendapat penanganan medis lanjutan di Puskesmas Suwawa,” tutup Junetra.
Sebelumnya, seorang mahasiswa bernama Dea Nanda Doke, mengalami hipotermia saat mendaki di Pegunungan Tilongkabila, Suwawa, Bone Bolango pada Jumat pagi (24/6/2022).
Informasi yang diterima TribunGorontalo.com, Dea yang merupakan anggota Mapala Belantara itu, mendaki Pegunungan Tilongkabila bersama rekan-rekannya.
Menurut laporan Basarnas Gorontalo, mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Gorontalo (UNG), mendaki bersama 15 rekannya.
Kronologinya, pada Kamis (23/6/2022) pukul 04.00 Wita, 15 orang anggota Mapala Belantara melakukan pendakian wajib.
Pendakian ke Pegunungan Tilongkabila itu dalam rangka Diksar ke-7 Mapala Belantara.
Lalu pada Jumat (24/6/2022) pukul 10.00 Wita, Dea mengeluh kelelahan dan beristirahat.
Saat itu tim sudah berada di ketinggian 701 meter di atas permukaan laut (MDPL).
Meski sudah beristirahat, kondisi Dea justru makin memburuk, sehingga ia dicurigai mengalami hipotermia.
Saat itu, ia menunjukan batuk berdarah. Karena kondisi korban yang sudah tidak mampu berjalan serta jalanan turun yang terjal dan becek, pukul 21.00 Wita tim pendakian mengambil keputusan untuk beristirahat di pos 1 sembari menunggu tenaga Dea kembali pulih.
Dianggap kondisi mulai membahayakan, pada saat itu juga seorang tim menginformasikan ke Basarnas Gorontalo.
Adapun penangannya dilakukan dengan Basarnas Gorontalo menerjunkan 11 personel dengan dua unit mobil penyelamatan type 2.
Tim membawa serta mountenering dan peralatan pendukung evakuasi lainnya.
Adapun cuaca ringan menyertai penyelamatan itu. Cuaca tersebut diduga menjadi sebab Dea alami hipotermia. (*)