Pilpres 2024

Pilpres 2024 Berpeluang Empat Pasangan Capres-Cawapres, Begini Kata Pengamat dari Gorontalo

Pilpres 2024 berpeluang empat pasangan capres-cawapres. Puan-Ganjar, Airlangga-Sandi, Prabowo-Muhaimin, Anies-AHY.

Penulis: Redaksi | Editor: Lodie Tombeg
TribunGorontalo.com/Ronald Rampi
Pengamat politik dari Gorontalo, Erman Rahim. Pilpres 2024 berpeluang empat pasangan capres-cawapres. 

Laporan Ronald Rampi, wartawan TribunGorontalo.com

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pilpres 2024 berpeluang diikuti empat pasangan capres-cawapres. Puan Maharani-Ganjar Pranowo, Airlangga Hartarto-Sandiaga Uno, Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar dan Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Empat pasangan capres-cawapres diusung empat poros, yakni pertama PDIP, kedua Partai Golkar, PAN dan PPP (KIB-Koalisi Indonesia Bersatu). Selanjutnya Partai Gerindra-PKB dan terakhir, Partai Nasdem-Partai Demokrat-PKS.

Keuntungan dari muncul empat pasangan capres-cawapres adalah masyarakat lebih banyak pilihan dan mencegah terjadi polarisasi seperti Pilpres 2019.

Komunikasi politik yang terjalin antara Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nasdem dan Demokrat kian menarik perhatian.

Pasalnya, komunikasi politik yang dilakukan oleh ketiga partai politik ini disebut-sebut akan berujung pada terbentuknya koalisi poros keempat. 

Hal ini seperti yang diungkapkan pengamat politik Provinsi Gorontalo, Erman Rahim ketika dihubungi TribunGorontalo.com pada Kamis (23/6/2022) malam.

Melalui sambungan selulernya, Erman mengamati alur konstalasi politik yang kini tengah bergulir di tanah air. 

Dia memprediksi, akan ada empat poros yang kemudian membentuk capres-cawapres masing-masing.

"Idealnya, dalam komposisi seperti yang terjadi saat ini, mestinya akan empat poros kekuatan dengan empat pasangan capres-cawapres," ujarnya.

Keempat poros itu, yakni PDI P dengan capaian 22 persen pada Pileg 2019 maka secara otomatis telah mengantongi tiket untuk memajukan capres-cawapres.

Setelah itu poros Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) masing-masing Golkar-PPP-PAN.

Selanjutnya ada poros Gerindra-PKB, serta terkini yang mulai menjadi pusat perhatian adalah pertemuan antara Nasdem bersama PKS dan juga Demokrat yang sangat kuat potensi untuk pembentukan koalisi poros empat. 

"Namun untuk kondisi saat ini, saya menyebut pola perpolitikan tanah saat ini masih diibaratkan seperti permainan Congklak. Jadi sebuah masih berproses. Kita tunggu hasil akhir, jelang pendaftaran capres-cawapres. Nah, itu baru kelihat kekuatan utuh dari masing-masing kontestan dan para pengusung maupun pendukungnya," ungkap Erman. 

Poros I

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved