Capres 2024

Naikkan Elektabilitas Capres, Pengamat Beberkan Tiga Isu Seksi

Capres harus mampu mengelola tiga isu seksi ini untuk meningkatkan elektabilitas menghadapi pemilihan presiden.

Penulis: Redaksi | Editor: Lodie Tombeg
Kolase TribunGorontalo.com
Prabowo Subianto, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo. Capres harus mampu mengelola tiga isu seksi ini untuk meningkatkan elektabilitas menghadapi pemilihan presiden. 

Laporan Ronald Rampi, wartawan TribunGorontalo.com

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Tiga isu seksi jelang pemilihan presiden (pilpres). Mengelola isu pemulihan ekonomi, pemberantasan korupsi  serta sumber daya manusia menjadi tantangan calon presiden (capres) untuk meningkatkan elektabilitas.

Pemulihan ekonomi efek pandemi Covid-19, kemudian upaya lawan korupsi dan penegakan hukum dan SDM maupun kesehatan menjadi tantangan Indonesia ke depan.

Capres harus mampu mengelola tiga isu seksi ini untuk meningkatkan elektabilitas menghadapi pemilihan presiden (pilpres).

Survei capres Litbang Kompas. Tren naik elektabilitas capres Ganjar Pranowo dari 20,5 persen menjadi 22 persen (naik 1,5 persen) pada Januari-Juni 2022. Tiga isu seksi jelang pilpres.
Survei capres Litbang Kompas. Tren naik elektabilitas capres Ganjar Pranowo dari 20,5 persen menjadi 22 persen (naik 1,5 persen) pada Januari-Juni 2022. Tiga isu seksi jelang pilpres. (Kolase TribunGorontalo.com/kompas.com)

Menurut pengamat sosial-politik Gorontalo, Funco Tanipu, tiga isu penting yang wajib menjadi catatan bagi para capres dalam menyiapkan gagasan dan ide yang bakal disajikan kepada publik. Hal ini sangat penting untuk bisa mendongkrak elektabilitas para capres. 

Saat diwawancarai TribunGorontalo.com melalui sambungan seluler pada Rabu (22/6/2022) malam, Funco pun menguraikan ketiga isu yang perlu menjadi perhatian capres yang bakal bertarung pada ajang Pilpres 2024. 
 
Pertama, adalah langkah untuk membawa Indonesia keluar dari efek pandemi Covid-19. Utamanya terkait dengan program pemulihan ekonomi nasional.

Menurut Funco, pandemi Covid-19 telah memberikan pengaruh negatif yang sangat besar terhadap perekonomian bangsa.

"Harus ada resep terkait program strategis dan teknis dalam memperbaiki pertumbuhan ekonomi, mengendalikan peningkatan angka kemiskinan, penurunan angka pengangguran dan beberapa hal lainnya," ungkap Funco.

Kedua, adalah terkait dengan pemberantasan korupsi dan penegakan hukum. Capres diharapkan dapat menyiapkan gagasan dan ide menyangkut upaya penanganan terhadap tingginya angka kasus korupsi yang melibatkan pejabat publik serta penegakan hukum yang berkeadilan.

"Ini adalah isu hangat yang tengah ramai dibicarakan oleh publik saat ini. Masih cukup banyak kasus korupsi dan persoalan tentang penegakan hukum yang belum berjalan baik," ujar Funco.

Ketiga, adalah tentang peningkatan sumber daya manusia dan kualitas kesehatan.

Menurut Funco, peningkatan mutu sumber daya manusia adalah hal yang krusial bagi Indonesia.

Saat ini Indonesia tengah menghadapi bonus demografi.

Olehnya, dibutuhkan sebuah langkah yang kongkrit dalam menyiapkan sumber daya manusia yang bermutu dan berdaya saing.

Disamping itu, ketersediaan sarana dan prasarana memperbaiki layanan kesehatan juga menjadi penopang bagi kemajuan sumber daya manusia.

Sebab, tanpa ditunjang dengan peningkatan layanan kesehatan maka harapan terhadap meningkatnya mutu sumber daya manusia tak akan terwujud. 

"Inilah yang perlu menjadi perhatian para capres. Resep apa yang harus disiapkan untuk bisa mengatasi ketiga isu ini. Saya lihat belum ada capres yang berani mempromosikan gagasan untuk hal mendasar dalam memperbaiki bangsa saat ini," tutup Funco. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved