Survei Litbang Kompas
6 Bulan Terakhir: Elektabilitas Ganjar Naik 1,5 Persen, Prabowo-Anies Turun 1,2 - 1,6 Persen
Tren naik elektabilitas calon presiden (capres) Ganjar Pranowo dari 20,5 persen menjadi 22 persen (naik 1,5 persen) pada Januari-Juni 2022.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/220622-survei-capres.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Tren naik elektabilitas calon presiden (capres) Ganjar Pranowo dari 20,5 persen menjadi 22 persen (naik 1,5 persen) pada Januari-Juni 2022.
Tren naik elektabilitas Ganjar berbeda dengan figur capres Prabowo Subianto. Prabowo turun dari 26,5 persen ke 25,3 persen. Begitu juga Anies Baswedan, turun dari 14,2 persen ke 12,6 persen.
Jika elektabilitas Ganjar naik, tingkat keterpilihan Prabowo dan Anies malahan terjun (turun).
Bila dicermati sepanjang tiga setengah tahun terakhir, tren elektabilitas ketiga capres papan atas ini cenderung naik.
Demikian hasil Survei Litbang "Kompas". Survei juga menunjukkan sebagian besar responden atau sebanyak 67,7 persen persen menyatakan tetap teguh akan memilih calon presiden (capres) yang mereka sukai sekalipun diusung partai politik (parpol) yang tidak disukai.
Survei yang dilakukan pada bulan Juni ini juga memperlihatkan, proporsi responden yang menyatakan tidak jadi memilih capres yang disukai karena diusung partai yang tidak tepat tercatat sebesar 13,1 persen.
Akan tetapi, terdapat 4,5 persen responden lainnya yang mengaku tidak jadi memilih capres idaman dan akan bersikap golput.
Berdasarkan survei ini, elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan secara berurutan menempati posisi tiga besar.
Prabowo bertengger pada urutan teratas mendulang elektabilitas sebesar 25,3 persen disusul Ganjar dengan elektabilitas sebesar 22,0 persen dan Anies dengan 12,6 persen.
Adapun figur potensial capres di luar ketiga nama itu terpaut cukup jauh, bahkan tak ada yang elektabilitasnya lebih dari 5 persen.
Elektabilitas yang kian mengerucut itu juga membuktikan bahwa kemantapan pilihan publik terus menguat dengan lebih mendasarkan penilaian pada figur yang selama ini dipersonakan sebagai capres.
Peluncuran tahapan Pemilu 2024 di Kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Selasa (14/6/2022). Tahun 2024 akan menjadi tahun politik yang sangat ramai. Tidak hanya pemilu, pemilihan kepala daerah serentak juga akan dilakukan di tahun yang sama.
Sisi personal yang dicitrakan capres, seperti ketegasan dan kewibawaan, hingga pribadi yang sederhana dan merakyat menjadi alasan yang diungkap separuh lebih responden. Bahkan proporsi itu jauh lebih besar jika dibandingkan alasan lain yang diungkap terkait latar pengalaman kiprah, prestasi, ataupun pendidikan capres.
Meski demikian, persyaratan maju dalam gelanggang pemilihan tetap mengamanatkan capres-cawapres harus diusung partai politik (parpol) sesuai ketentuan ambang batas pencalonan presiden di Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.
Pasal itu menyatakan pasangan calon diusulkan parpol atau gabungan parpol peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya. Perbesar Survei elektabilitas calon presiden yang dilakukan Litbang Kompas pada Juni 2022 (LITBANG KOMPAS)