Rakernas II PDIP
Sindiran Megawati: Main Dua Kaki, Main Tiga Kaki, Melakukan Manuver! Silakan Out
Empat kali ucapkan kata "out". Peringatan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu ditujukan kepada kader.
Sehingga, menurut dia, jika masih ada kader yang bicara soal koalisi, dianggap tidak paham sistem tata negara.
"Kalau masih ada yang ngomong di PDI Perjuangan urusan koalisi-koalisi, out!! Berarti enggak ngerti sistem ketatanegaraan kita," tegas Megawati.
Megawati menjelaskan alasan Indonesia tidak menganut koalisi dalam politiknya. Menurut dia, hal ini mengingat sistem tata negara menganut sistem presidensial dan bukan parlementer.
Megawati menilai lebih cocok penyebutan kerja sama politik dibandingkan koalisi.
"Kita sistemnya adalah presidensial bukan sistem parlementer. Akibatnya kan saya suka bingung lho Bapak Presiden (Jokowi) kok bilang koalisi, koalisi, koalisi, tidak ada, tidak ada. Kalau kerja sama yes," kata Megawati.
Soal kesetaraan perempuan Keempat, Megawati kembali meminta para kader keluar saja jika lagi-lagi tak mematuhi arahannya.
Kali ini, arahan Megawati agar kader menghormati dan menilai perempuan sejajar dengan laki-laki.
"Jadi siapa pengikut PDI Perjuangan? Kalau tidak sejajar dengan kaum perempuan, out! Nah, gitu wae (saja dalam bahasa Jawa). Ayo, yang perempuan tepok tangan meriah," kata Megawati.
Megawati merasa heran karena hingga kini masih banyak perempuan yang belum terlibat aktif.
Padahal, ia menilai bahwa saat ini sudah zaman demokrasi bebas aktif. Namun, kaum perempuan hingga kini dinilai hanya sekadar melihat, dan tidak diminta berperan aktif.
"Bagian dari kontemplasi saya, sering berpikir, kenapa ya kita sudah merdeka, berdaulat, bebas, dan aktif. Tapi, kaum perempuannya kok masih disuruh ndeleng (melihat) terus," curhat Megawati.
Megawati: Tidak Ada Koalisi-koalisi, Kalau Kerja Sama, Yes..
Ketua Umum PDI Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri mengatakan, tidak ada sebutan koalisi di Indonesia. Hal ini mengingat sistem tata negara menganut sistem presidensial dan bukan parlementer.
Sebaliknya, Megawati menilai lebih cocok penyebutan kerja sama politik dibandingkan koalisi. Hal ini pun disampaikannya di hadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menghadiri acara Rakernas PDI-P, Selasa (21/6/2022).
"Kita sistemnya adalah presidensial bukan sistem parlementer. Akibatnya kan saya suka bingung lho bapak Presiden (Jokowi) kok bilang koalisi koalisi koalisi, tidak ada, tidak ada. Kalau kerja sama, yes," kata Megawati dalam Rakernas PDI-P di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/210622-Megawati-123.jpg)