Rakernas II PDIP

Puan-Ganjar Duduk Bersama, Kode Capres-Cawapres PDIP?

Puan Maharani dan Ganjar Pranowo duduk bersama saat foto pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PDIP. Apakah ini kode capres-cawapres?

Editor: Lodie Tombeg
Kolase TribunGorontalo.com
Megawati angkat tangan saat berpidato. Puan Maharani-Ganjar Pranowo duduk bersama hanya dipisahkan Hasto Kristiyanto saat Rakernas II PDIP di Lenteng Agung, Jakarta, Selasa (21/6/2022). Kode capres-cawapres PDIP? 

Seteru antara Ganjar dan Bambang Pacul terjadi setahun lalu. Peristiwa itu bermula dari Ganjar yang tak diundang di acara rangkaian HUT ke-48 PDI-P yang digelar di Panti Marhaen Semarang, Jawa Tengah, 22 Mei 2021. Padahal, acara digelar secara daring dan luring.

Dalam rundown acara tertulis bahwa seluruh kepala dan wakil kepala daerah se-Jawa Tengah diundang, kecuali Ganjar.

Kala itu, Ganjar mengakui bahwa dirinya tidak datang di acara partainya karena tidak diundang. "Saya tidak diundang (acara PDI-P)," kata Ganjar lewat pesan singkat, Minggu (23/5/2021).

Terkait ini, Bambang Pacul terang-terangan menyatakan bahwa tidak diundangnya Ganjar adalah karena Gubernur Jawa Tengah itu berambisi maju di Pilpres 2024.

"Tidak diundang! (Ganjar) wis kemajon (kelewatan). Yen kowe pinter, ojo keminter (Kalau kamu pintar, jangan sok merasa pintar)," kata Bambang, Sabtu (22/5/2021).

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP PDI-P itu pun mengaku telah memberi kode teguran kepada Ganjar, namun dia merasa tidak digubris.

"Wis tak kode sik, mok soyo mblandang, ya tak rodo atos (Sudah saya kode lebih dulu, kok makin keterlaluan, ya saya makin keras). Saya di-bully di medsos, ya bully saja. Saya tidak perlu jaga image saya," katanya.

Rivalitas internal? Bukan sekali saja Ganjar disentil oleh partainya sendiri. Belum lama ini, politisi PDI-P yang juga loyalis Megawati Soekarnoputri, Trimedya Panjaitan, terang-terangan menyebut Ganjar ambisius maju di Pilpres 2024. Padahal, menurut Trimedya, kinerjanya selama menjadi gubernur dipertanyakan.

"Ganjar apa kinerjanya 8 tahun jadi Gubernur selain main di medsos apa kinerjanya?" kata Trimedya dalam keterangannya, Rabu (1/6/2022).

Trimedya juga membanding-bandingkan kinerja Ganjar dengan Puan. Oleh Trimedya, Puan disebut berhasil, mulai dari menjadi Ketua Fraksi PDI-P di DPR RI di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) di periode pertama pemerintahan Jokowi, dan kini menjadi Ketua DPR RI.

Bagi Trimedya, langkah Ganjar yang gencar bermanuver untuk Pilpres 2024 sudah kelewat batas.

Bahkan, dia menilai Ganjar kemlinthi atau dalam istilah orang Jawa berarti sombong atau congkak. “Kalau kata orang Jawa kemlinthi ya, sudah kemlinthi dia, harusnya sabar dulu dia jalankan tugasnya sebagai Gubernur Jateng dia berinteraksi dengan kawan-kawan stuktur di sana, DPD, DPC, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, itu baru,” ujarnya.

Puan Maharani juga berulang kali melempar sindiran tajam soal pemimpin yang hanya tampil di media sosial. Asumsi publik, sindiran ini dialamatkan buat Ganjar.

"Terkadang-kadang itu kita suka yoweslah dia saja asal ganteng, dia saja yang dipilih asal bukan perempuan, dia saja walau tidak bisa apa-apa yang penting kalau di sosmed dan tv nyenengin. Tetapi tidak bisa kerja dan nyenengin rakyat. Mau enggak kayak itu,” kata Puan di depan ribuan kader PDI-P Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Selasa (26/4/2022).

Dinamika ini diduga karena rivalitas dua kader PDI-P menuju Pilpres 2024, yakni antara Ganjar dan putri mahkota partai, Puan Maharani. PDI-P disinyalir bimbang.

Hendak medorong pencalonan Puan, tetapi elektabilitas putri Megawati itu mentok di kisaran 1 persen menurut survei berbagai lembaga.

Sementara Ganjar, yang notabene bukan petinggi PDI-P, menjuarai survei elektabilitas karena angkanya tembus 20 persen. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Puan Maharani dan Ganjar Pranowo Duduk Hanya Terpisahkan Hasto di Rakernas PDIP

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved