PKS Gorontalo

Jalin Komunikasi dengan Nasdem-Demokrat, PKS Gorontalo Tanggapi Koalisi Pilpres

PKS komunikasi politik untuk persiapan Pilpres, koalisi yang dibangun itu juga digadang-gadang bakal maju Pilgub Gorontalo.

Penulis: redaksi | Editor: lodie tombeg
TribunGorontalo.com
Ketua DPW PKS Provinsi Gorontalo, Adnan Entengo. PKS Gorontalo Tanggapi Koalisi Pilpres. 

Laporan Ronald Rampi, wartawan TribunGorontalo.com

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Tegak lurus dengan DPP, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Gorontalo belum menentukan arah koalisi politik menghadapi Pilpres 2024. 

Selain membangun komunikasi politik untuk persiapan Pilpres, koalisi yang dibangun itu juga digadang-gadang bakal menjadi cikal bakal untuk menghadapi pemilihan gubernur-wakil gubernur (Pilgub) yang juga akan dilaksanakan pada tahun 2024. 

Sempat beredar kabar bahwa PKS tengah membangun komunikasi dengan Nasdem dan Demokrat untuk Pilpres 2024.

Pasca Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang berlangsung di Hotel Sahid, Jakarta pada tanggal 20-21 Juni 2022, PKS belum final berkoalisi dengan parpol lain.

Ada juga yang menyebut, PKS menjadi salah satu partai politik yang berpotensi bergabung dengan koalisi yang sebelumnya telah dibangun oleh Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). 

Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Gorontalo Adnan Entengo ketika diwawancarai TribunGorontalo.com menyampaikan bahwa saat ini PKS belum menentukan arah koalisi menghadapi Pilpres.

Dia menyebut hal itu nantinya akan menjadi keputusan ditingkat majelis syura PKS. "Jadi untuk arah koalisi dan langkah politik PKS di tahun 2024, nanti akan diputuskan oleh majelis syura," ungkapnya. 

Terkait wacana ataupun isu adanya komunikasi politik dengan beberapa partai politik, Adnan menanggapi hal itu sebagai salah satu bentuk komitmen PKS untuk bisa membangun kolaborasi lintas partai politik.

Sebab, menurut Adnan, tidak boleh ada partai politik yang merasa sebagai parpol satu-satunya di panggung politik tanah air. 

"Komunikasi politik terus dibangun dengan semua entitas politik. Tidak boleh ada partai politik yang merasa satu dialah yang ada di Indonesia. Semua parpol harus bisa berkolaborasi," ucapnya.

Begitu pun dengan konstalasi jelang Pilgub Gorontalo. Adnan menyebut soal komunikasi partai politik itu adalah hal yang wajar.

Apalagi untuk membangun sebuah kekuatan demi meraih cita-cita bersama masyarakat. "Sejauh ini semua masih dalam tahap komunikasi politik," tutup Adnan. (*)

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved