Rakernas Partai Nasdem
Raih Dukungan Terbesar Kedua Termasuk dari DPW Nasdem Gorontalo, Ini Kata Ganjar
Jumlah dukungan termasuk DPW Nasdem Gorontalo untuk Ganjar Pranowo adalah kedua terbesar setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/17060622-ganjar-32.jpg)
- Daerah Istimewa Yogyakarta: Anies Baswedan, Ganjar Pranowo
- Jawa Timur: Anies Baswedan, Ganjar Pranowo
- Bali: Anies Baswedan, Ganjar Pranowo
- Kalimantan Tengah: Anies Baswedan, Ganjar Pranowo
- Kalimantan Timur: tidak memilih ketiganya
- Kalimantan Barat: Anies Baswedan, Ganjar Pranowo
- Kalimantan Selatan: Anies Baswedan
- Kalimantan Utara: Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Erick Thohir
- Sulawesi Barat: Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Erick Thohir
- Sulawesi Utara: Anies Baswedan
- Sulawesi Tengah: Anies Baswedan, Ganjar Pranowo
- Sulawesi Tenggara: Anies Baswedan, Ganjar Pranowo
- Sulawesi Selatan : Anies Baswedan, Ganjar Pranowo
- Gorontalo: Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Erick Thohir
- Maluku: Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Erick Thohir
- Maluku Utara: Anies Baswedan
- Nusa tenggara Barat: Anies Baswedan, Ganjar Pranowo
- Nusa Tenggara Timur: Anies Baswedan, Ganjar Pranowo
- Papua: Anies Baswedan, Ganjar Pranowo
- Papua Barat: Ganjar Pranowo
Rachmat Gobel Sempat Diusulkan
Nama Rachmat Gobel sempat bersaing dengan Ganjar Pranowo, Anies Baswedan dan Erick Thohir menjadi calon presiden (capres) 2024.
Dilansir Tribunnews.com, jika ditotal ada 32 DPW NasDem yang merekomendasikan Anies sebagai capres.
Sementara, 29 DPW NasDem mengusulkan nama Ganjar yang merupakan kader PDIP.
Terakhir, Menteri BUMN, Erick Thohir, menjadi nama ketiga yang paling banyak diusulkan, total oleh 16 DPW NasDem.
Selain ketiga nama tersebut, muncul nama dua Jenderal TNI dalam Rakernas NasDem.
Mereka adalah Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman.
Sementara itu, dua sosok yang sempat bertemu Ketua Umum NasDem, Surya Paloh, justru tak masuk daftar rekomendasi, yaitu Ketum Gerindra, Prabowo Subianto, dan Ketum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya, memberikan penjelasan.
Ia mengatakan, keputusan untuk tidak merekomendasikan nama Prabowo dan AHY lantaran DPR NasDem tak ingin ada sosok berpengaruh dari partai lain untuk diusulkan sebagai capres.
"Iya tentu proses rekomendasi ini kita dengar langsung tadi mungkin teman-teman di DPW memiliki catatan yang tidak menginginkannya asosiasi figur yang terlalu dominan ke partai politik tertentu," kata Willy saat jumpa pers di agenda Rakernas Nasdem, di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, dilansir Tribunnews.com.
Hal itu, kata Willy, merupakan kondisi yang wajar, mengingat tidak ada ketua umum partai lainnya lagi yang diusulkan DPW NasDem menjadi capres.
Diketahui, Rakernas NasDem digelar untuk menentukan tiga nama sebagai capres pada Pemilu 2024 mendatang.
"Saya percaya kita masih memiliki calon terbaik dari yang terbaik. Dari beberapa nama akan berproses menjadi 3 nama yang akan mendapat rekomendasi dan diajukan kepada saya."
"Tentu saya harus kontemplasi tingkat rasional objektivitas," kata Surya Paloh saat memberikan sambutan dalam pembukaan Rakernas di JCC, Rabu (15/6/2022), dikutip dari Kompas.com.
Reaksi Ganjar Pranowo
Menanggapi namanya muncul sebagai rekomendasi capres dari NasDem, Ganjar Pranowo mengaku merasa terhormat.
Namun, ia menegaskan dirinya adalah bagian dari PDIP.
"Saya terima kasih mendapatkan kehormatan itu, tapi saya PDI Perjuangan," ungkapnya saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala/Wakil Kepala Daerah di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Kamis (16/6/2022), dilansir Tribunnews.com.
Ia juga tak menanggapi soal banyaknya partai yang dikabarkan akan mengusungnya jika tak dicalonkan PDIP.
Termasuk, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang diisukan akan mengusung Ganjar di Pilpres 2024.
"Opo lamaran, lamaran. Memang mau nikah?"
"Wong (orang) saya partainya PDI Perjuangan. Ini di markas PDI Perjuangan, gimana toh," tandasnya.
Di sisi lain, Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya, menilai sah-sah saja nama Ganjar Pranowo muncul dalam rekomendasi meski kader PDIP.
Namun, keputusan mengenai siapa yang akan menjadi capres, ada di tangan Surya Paloh sebagai Ketua Umum NasDem.
"Suara dari DPW sah-sah saja tapi kebijakan politik partai secara nasional Pak Surya Paloh tentu akan melihat pertimbangan-pertimbangan yang terpenting kan bukan klaim politik nya," kata Willy saat jumpa pers di agenda Rakernas Nasdem, di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis, dilansir Tribunnews.com.
Willy menyebut, rekomendasi nama Ganjar Pranowo sebagai capres hanya sebagai catatan pinggir bagi NasDem.
Aspirasi dari DPW itu berkembang dari kader-kader NasDem di daerah.
"Jadi itu bukan hal yang seharusnya menjadi aspirasi, tadi catatan pinggir dari aspirasi yang berkembang dari teman-teman di pimpinan wilayah itu," ucapnya.
Rachmat Gobel 13 Suara
Dalam penjaringan bakal capres, setiap DPW menyerahkan sejumlah nama. Ada DPW yang hanya menyerahkan 2 nama, ada yang 3 nama, hingga 6 nama.
Berikut ini hasil rekapitulasi suara capres usulan DPW NasDem:
Anies Baswedan 31
Ganjar Pranowo 28
Erick Thohir 15
Andika Perkasa 15
Rachmat Gobel 13
Syahrul Yasin Limpo 7
Ridwan Kamil 5
Lestari Moerdijat 5
Prananda Surya Paloh 5
Khofifah Indar Parawansa 4
Ahmad Sahroni 4
Dudung Abdurachman 2
Ahmad Ali 2
Wahidin Halim 1
Sandiaga Uno 1
Isran Noor 1
Siswono Yudhohusodo 1
Viktor B. Laiskodat 1
Dominggus Mandacan 1
Mathius Awoitauw 1
Herman Deru 1
Sofyan Djalil 1
TGB Muhammad Zainul Majdi 1
Surya Paloh 1
Syarif Fasha 1
Siti Nurbaya Bakar 1
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ganjar soal Capres: Tugas Saya Sebagai Gubernur Jauh Lebih Penting,