Rakernas Partai Nasdem

14 DPW Nasdem Usung Rachmat Gobel Capres, JK: Tahun Ini Romantis

Rachmat Gobel diusung calon presiden (capres) oleh 14 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem di Indonesia.

Editor: Lodie Tombeg
Kompas.com
Rachmat Gobel memberikan keterangan pers. Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan paling banyak diusung capres disusul Rachmat dan Erick. 

Sebutan cahaya dari timur juga keluar dari Ketua DPW Partai Nasdem Gorontalo Hamim Pou. “Kami mengusung cahaya dari timur, Bapak Rachmat Gobel,” katanya.

Sebelumnya, Ketua DPW Partai Nasdem Sulawesi Selatan Rusdi Masse Mappasessu juga mengajukan nama Rachmat Gobel.

Berikutnya, Tengku Taufiqul Hadi dari DPW Aceh juga mengajukan Rachmat Gobel. “Beliau sering berkunjung ke Aceh,” ujar Hadi.

Secara tersirat, Ketua DPW Partai Nasdem Maluku, Hamdani Laturua juga menghendaki calon dari kader internal partai. “Jangan sampai kita menang, tetapi rasa kalah. Itu terjadi saat kami mendukung kandidat dalam pemilihan gubernur, bupati, atau wali kota,” ucapnya.

Jusuf Kalla: Tahun Ini Romantis

Wakil Presiden RI ke 10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) menyebut, tahun 2022 inu merupakan tahun romantis untuk berpolitik.

Sebab, di tahun ini banyak pihak yang sedang mencari pasangan untuk bisa maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Hal itu disampaikannya saat memberikan materi seminar yang bertajuk 'Perjalanan Bangsa dalam Kepemimpinan Nasional' dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem, di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (16/6/2022).

"Banyak yang katakan tahun ini politik akan panas. Saya katakan tidak, ini yang romantis," kata JK.

"Karena sama kayak orang pacaran, semua cari pasangan yang cocok, memenuhi syarat, cari pasangan. Begitulah suasana politik. Kadang keras, romantis, ujungnya yang terbaik terpilih. Memang tidak mudah jadi tahun romantis karena banyak hal jadi faktor," imbuhnya.

Menurut JK, elektabilitas menjadi satu di antara beberapa faktor kendala para aktor politik mencari pasangan.

"Pasangan, partai dan elektabilitas. Ini jadi satu suasana sulit. Elektabilitas tinggi tapi tidak ada partai. Ada yang terbaik punya partai, punya partai tapi tidak terbaik," ucapnya.

Selain itu, parliamentary thershold yang tinggi juga menjadi faktor.

JK menilai parliamentary threshold sering kali menjadi batu sandungan partai-partai karena mereka ingin mengusung kader, namun tidak bisa karena terhalang syarat persentase untuk mengajukan calon.

"Partai yang menengah atas itu, ya, memenuhi syarat. Tapi kalau elektabilitas tinggi tapi tidak ada partai? Jadi bagaimana gabungan dua ini? Jadi yang ambil peranan bukan partai besar, tapi partai menengah," tandasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Hadir di Rakernas NasDem, Jusuf Kalla: Tahun Ini Romantis, Semua Cari Pasangan yang Cocok

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved