Wisata Saronde Gorontalo
Thariq Modanggu Sebut Privatisasi Pulau Saronde untuk Kepentingan Masyarakat
Ia menjelaskan, bahwa privatisasi Pulau Saronde yang jadi destinasi andalan warga Gorontalo itu, semata memang untuk kepentingan masyarakat.
Penulis: Redaksi |
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/14062022_Thariq-Modanggu_Gorontalo-Utara.jpg)
Laporan Sri Aprilia Mayang, Jurnalis TribunGorotalo dari Gorontalo Utara
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Plt Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu mengomentari perihal privatisasi Pulau Saronde.
Ia menjelaskan, bahwa privatisasi Pulau Saronde yang sebetulnya destinasi andalan warga Gorontalo itu, semata memang untuk kepentingan masyarakat.
Sebab, misi privatisasi Pulau Saronde ditargetkan untuk menggenjot pendapatan asli daerah. Kunjungan ke pulau itu, mampu menambah pendapatan daerah.
Implikasi yang diharapkan tentu untuk masyarakat Gorontalo Utara kata dia.
Terlebih, pendapatan asli daerah Gorontalo Utara tidak banyak.
Baca juga: Menginap Semalam Rp 5 Juta, Begini Fasilitas Blue Bay Divers Saronde Island
“Daerah Gorut (Gorontalo Utara) ini memiliki kapasitas fiskal yang rendah. Makanya kita punya potensi, ya kita kembangkan,” ungkap Thariq saat ditemui TribunGorontalo.com, siang tadi, Selasa (14/6/2022).
Sebelumnya diketahui, Pulau Saronde kini dikelola oleh PT Blue Bay Divers. Perusahaan milik bule Jerman bernama Anke Andre.
Sejak dikelola perusahaan yang beralamat di Manado, Sulawesi Utara ini, Pulau Saronde berganti nama jual menjadi Blue Bay Divers Saronde Island.
Jika dulu tarif masuk tidak lebih dari Rp 100 ribu, kini karena menjadi destinasi privat premium.
Wisatawan harus merogoh kocek jutaan rupiah untuk bisa masuk ke Saronde.
Artinya, warga yang sekadar foto-foto di pantai, tidak lagi diizinkan.
Baca juga: Siapa Anke Andre? Investor Jerman yang Sewa Pulau Saronde Hingga 2052
Anke kepada TribunGorontalo.com mengungkapkan, bahwa kebijakan itu untuk kenyamanan wisatawan yang menginap.
“Tidak ada gunanya orang membayar mahal, menyewa privat, tapi masih ada orang lalu lalang di sekitar (pesisir) pulau (Saronde) ini,” demikian tutur Anke saat ditemui Tribun Gorontalo beberapa waktu lalu.
Setidaknya, Anke akan mengelola Saronde hingga 30 tahun lamanya. Jika dihitung, kira-kira hingga 2052.
Tidak murah, miliaran rupiah dana yang digelontorkan untuk bisa mengelola pulau tersebut katanya.
Meski oleh pemerintah setempat, menolak mengungkapkan nilai yang diberikan Angke. (*)