Pengusaha Warkop Amal Polisikan ASN

Pengusaha Warkop Amal Eks Legislator Golkar Ini Geram Diseret dalam Kasus Penghinaan

Surat berkategori klasifikasi biasa itu ditandatangani oleh Kasat Reskrim Polres Gorontalo Kota, Iptu Mohamad Nauval Seno pada 11 Juni 2022. 

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
Ramli Anwar, atau kerap disapa Haji Ramli, menumpahkan kekesalannya dalam media sosial facebook. Ia kesal karena diseret oleh seorang ASN Kota Gorontalo dalam kasus penghinaan atau pencemaran nama baik. (Doc Pribadi dalam facebook Ramli Anwar) 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Ramli Anwar, pemilik Warkop Amal geram, sebab ia diseret dalam kasus penghinaan atau pencemaran nama baik oleh seorang ASN Kota Gorontalo

Pria yang kerap disapa Haji Ramli ini menumpahkan kekesalannya dalam media sosial facebook. 

Melalui akun pribadinya, eks legislator Golkar itu, memposting dua foto yang jadi musabab kekesalannya.

Foto menunjukan surat pemanggilan dirinya dari Polres Gorontalo Kota

Surat berkategori klasifikasi biasa ditandatangani oleh Kasat Reskrim Polres Gorontalo Kota, Iptu Mohamad Nauval Seno pada 11 Juni 2022. 

Dalam surat itu, Ramli diminta menemui Aipda Rinaldy Tentenabi pada Rabu, 15 Juni 2022 di Ruangan Unit III Pidana Tipidter. 

Iptu Nauval menjelaskan dalam surat itu, bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan tentang dugaan tindak pidana pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh Nurhadi Taha

Dugaan pencemaran nama baik itu terjadi di percakapan grup Whatsapp bernama Warkop Diskusi Politik. 

Kejadiannya sudah lama, yakni Agustus 2021. Laporan Nurhadi dalam SPKT Polres Gorontalo Kota tercatat pada 16 Agustus 2021.

Adapun Ramli merasa, bahwa dirinya tidak ada dalam grup Whatsapp yang disebutkan itu. 

Ia pun heran, ketika dirinya justru dijadikan saksi. 

“Ada sehat ngana Nurhadi Yayan Taha?” tulis Ramli dalam facebooknya itu pada Senin malam (13/6/2022). 

Ia pun mengancam melaporkan Nurhadi yang berstatus ASN itu. 

Ramli diketahui saat ini tengah dalam perjalanan keliling Pulau Jawa dan Bali. Laporan akan dilakukan usai perjalanan itu ia rampungkan. 

“Tunggu kita pulang, kita bekeng laporan balik p ngana (tunggu saya balik, saya lapor anda).” tulis Ramli. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved