Wisata Saronde Gorontalo
Dikelola Investor Jerman, Saronde Kini Jadi Destinasi Privat Premium
Ia mengelola Pulau Saronde setelah pengelola sebelumnya, PT Gorontalo Alam Bahari (GAB) diputus kontraknya oleh pemerintah setempat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/10092022_Blue-Bay-Divers-Saronde_Gorontalo-Utara.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Seorang warga negara asing (WNA) bernama Anke Andree, kini mengaku menjadi penyewa Pulau Saronde, Gorontalo Utara.
Ia mengelola Pulau Saronde setelah pengelola sebelumnya, PT Gorontalo Alam Bahari (GAB) diputus kontraknya oleh pemerintah setempat.
Anke pun mengaku, akan mengelola Saronde dengan profesional.
Seperti bisnis-bisnisnya yang lain, Anke kini mengelola Pulau Saronde dengan nama jual Blue Bay Divers Saronde Island.
Selain Saronde, Anke juga katanya menyewa satu pulau lainnya di Gorontalo Utara.
Meski tidak menyebutkan nama pulau, namun ditemui TribunGorontalo.com, Anke menunjuk Pulau Bogisa.
Anke mengaku menggelontorkan dana miliaran untuk bisa mengelola pulau yang berada di Kecamatan Kwandang, Gorontalo Utara.
Durasi kontraknya mencapai 3o tahun atau hingga 2052.
Karena itu, terhitung sejak hari ini, 10 Juni 2022, Blue Bay Divers Saronde Island akan mulai menerima tamu.
Ia menyebut, kini tempat itu adalah destinasi wisata privat premium
Benar saja, harganya bisa jadi tidak ramah kantor wisatawan lokal.
Sebab, biaya bermalam di tempat ini mencapai Rp 5 juta. Itu untuk dua orang atau satu pasangan.
Namun, wisatawan harus minimal menginap tiga malam di tempat ini.
Artinya harus menyiapkan dana sekitar Rp 15 juta untuk sekali liburan.
"Wisatawan lokal boleh datang, siapapun boleh datang, tapi harus membayar 5 juta rupiah untuk satu hari,” kata Ferlando, manager Blue Bay Divers Saronde Island kepada TribunGorontalo.com.